Hasil Pilkada 2017 di Kabupaten Pati versi Kpu.go.id. (Pilkada2017.kpu.go.id/hasil) Hasil Pilkada 2017 di Kabupaten Pati versi Kpu.go.id. (Pilkada2017.kpu.go.id/hasil)
Jumat, 17 Februari 2017 23:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2017
Calon Tunggal di Pilkada Pati Raup 74,52% Suara

Pilkada 2017 di Kabupaten Pati dimenangi calon tunggal bupati dan wakil bupati.

Solopos.com, SEMARANG — Rakyat Kabupati Pati, Jawa Tengah (Jateng) akhirnya memilih kepala daerah definitif ketimbang penjabat. Pilihan itu tercermin pada besarnya angka dukungan untuk pasangan calon tunggal bupati dan wakil bupati Haryanto-Saiful Arifin.

Dalam hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU berdasarkan form C1, pasangan calon tunggal peserta Pilkada 2017 di Kabupaten Pati itu meraup dukungan 519.688 suara atau 74,52% suara sah. Kemenangan pasangan calon tunggal atas kotak kosong yang meraih 25,48% (177.682 suara) pada hari pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017, Rabu (15/2/2017) itu, sekaligus menutup peluang penjabat menduduki kursi kepala daerah Pati.

Hal itu mengingat pasangan calon tunggal mendapatkan suara lebih dari 50% dari suara sah (vide Pasal 54D UU No. 10/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang atau lebih populer dengan istilah UU Pilkada). Dengan kemenangan pasangan calon tunggal itu, pemerintah tidak perlu menugasi penjabat bupati hingga pelaksanaan pilkada tahun depan.

Di lain pihak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati tidak perlu menggelar kembali pemilihan bupati-wakil bupati (pilbup) Pati—atau lebih populer dengan sebutan pemilihan umum kepala daeran (pilkada)–pada tahun depan karena Pilkada 2017 sudah ada pemenangnya. Hal ini, menurut Ketua KPU Kabupaten Pati Much. Nasich, menghemat anggaran kurang lebih Rp5 miliar.

Sebelumnya, menjelang hari pemungutan suara, mantan Kepala Desa Tlogoayu Sukaryo yang notabene sukarelawan kotak Kosong masih merasa optimistis pihaknya bakal memenangi pilkada setempat dengan target 70% dari total suara sah. Begitu pula, Haryanto yang maju kembali sebagai calon bupati Pati menargetkan 80% dari total suara sah karena dia menyadari ada di antara 1.034.256 orang (sesuai dengan daftar pemilih tetap/DPT) tidak memilih dirinya bersama pasangannya, Syaiful Arifin.

Bahkan, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07, RT 003, RW 005, Desa Raci, Kecamatan Batangan—tempat Haryanto menggunakan hak pilihnya—terdapat satu surat suara kolom kosong. Di TPS kandang ini yang bersangkutan menang mutlak dengan meraih 431 suara.

Wajar saja Haryanto yang juga bupati Pati periode 2012-2017 menilai wajar. “Kalau namanya demokrasi, ada yang cocok dan tidak cocok. Oleh karena itu, kami menargetkan 80% dari total suara sah,” kata Haryanto ketika ditemui Kantor Berita Antara di rumahnya sebelum yang bersangkutan beserta istri, Musus Indarnani Haryanto, dan putri mereka, Tresya Okta Vera, menggunakan hak pilih di TPS 07.

Namun, Haryanto menegaskan bahwa yang namanya kotak kosong bukan pasangan calon. Dalam hal ini, pemerintah mewadahi bagi yang tidak cocok dengan pasangan calon yang ada. Bentuk surat suara pada pemilihan satu pasangan calon ini, sebagaimana ketentuan di dalam PKPU No. 11/2016, memuat dua kolom yang terdiri atas satu kolom yang memuat foto dan nama pasangan calon dan kolom kosong yang tidak bergambar atau lebih populer dengan istilah kotak kosong.

Menurut Haryanto, setelah pihaknya menginventarisasi, ternyata mereka yang kemarin mengajak masyarakat untuk memilih kotak kosong bukan atas nama kepentingan umum, melainkan kepentingan pribadi yang tidak tersampaikan. “Misalnya, mereka yang mempunyai grup ketoprak, katanya saya tidak pernah memainkan. Selain itu, mereka meminta mengganti nama Jl. Tondonegoro menjadi Jl. Veteran. Padahal, jalan ini sudah ditetapkan sebelum saya lahir. Saya kan tidak bisa memenuhinya,” kata pria kelahiran Pati, 8 April 1964, itu.

Ia melanjutkan, “Kalau kepentingan umum, sudah kami akomodasi lewat musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang), mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.”

Tak Capai Target
Nyatanya, jika menilik hasil penghitungan suara yang didasarkan pada form C1 di situs web resmi KPU, pilkada2017.kpu.go.id terbukti bahwa kedua kubu tidak mencapai target. Berdasarkan data sementara hasil hitung di 2.295 TPS yang tersebar di 21 kecamatan, tercatat pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin meraih 74,52% (519.688 suara), sedangkan kotak kosong sebanyak 25,48% (177.682 suara).

Jika ditilik dari hasil penghitungan suara di subwilayah, calon tunggal meraih di atas 90% dari total suara sah di tiga kecamatan, yakni di Jaken 94,3% (25.029 suara), sedangkan kotak kosong 5,7% (1.510 suara); di Batangan meraih 93% (24.449 suara), kotak kosong 1.846 suara (7%); di Cluwak 90,4% (24.016 suara), kotak kosong 9,6% (2.554 suara). Persentase kotak kosong di atas 40%, tercapai di Kecamatan Margoyoso yang tercatat 41,9% (16.340 suara), sementara itu calon tunggal meraih 58,1% (22.639 suara). Di Kecamatan Pati kotak kosong juga mencatatkan persentasi 40,4% (23.818 suara), namun masih di bawah calon tunggal yang meraih 59,6% (35.067 suara).

Sementara itu, di Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, tempat Posko Relawan Kotak Kosong, calon tunggal unggul dengan suara mencapai 75% (643 suara), sedangkan jumlah surat kolom kosong sebanyak 24,6% (210 suara). “Kotak kosong di TPS 01, tempat saya mencoblos, kalah,” kata Sukaryo yang pernah menjadi Kepala Desa Tlogoayu.

Khusus di TPS 01 yang bertempat di Balai Desa Tlogoayu, kotak kosong meraih 43 suara atau 33,6% dari 128 suara sah, sementara pasangan calon tunggal 66,4% (85 suara). Kendati pasangan calon tunggal tidak mencapai target 80%, perolehan peserta pilkada ini meraih lebih dari 50% dari total suara sehingga pemerintah tidak perlu menugasi penjabat bupati setempat dalam kurun waktu kurang lebih setahun ke depan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja Grains & Dough restaurant, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…