Warga berebut jenang gratis pada Festival Jenang Solo (FJS) 2017 di Ngarsopuro, Solo, Jumat (17/2/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Warga berebut jenang gratis pada Festival Jenang Solo (FJS) 2017 di Ngarsopuro, Solo, Jumat (17/2/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 17 Februari 2017 20:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

FESTIVAL JENANG SOLO
Antusiasme Warga Bikin Panitia Kewalahan

Festival Jenang Solo 2017 berlangsung meriah dipadati ribuan warga.

Solopos.com, SOLO — Prosesi kembul bujana atau makan bersama jenang dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dalam Festival Jenang Solo (FSJ) 2017 tidak berjalan mulus. Ribuan orang yang hadir di koridor Ngarsopuro, Jumat (17/2/2017) pagi, berhasil mendapatkan dan makan jenang terlebih dahulu sebelum rombongan Wali Kota Solo sampai di lokasi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Jenang Indonesia (YJI), Slamet Raharjo, menyebut animo pengunjung sangat tinggi untuk bisa segera menikmati jenang. Panitia FJS kesulitan membendung pergerakan masyarakat yang telah mengantre di setiap stan peserta festival.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Apa yang kami rencanakan tidak berjalan. Pengunjung tidak terbendung dan sulit dikendalikan sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk mengalir saja. Inti acara kan untuk masyarakat. Jadi kejadian ini tidak membuat acara meleset dari tujuan,” kata Slamet saat ditemui Solopos.com di Ngarsopuro, Jumat.

Slamet menyatakan panitia FJS 2017 telah memberikan pemahaman kepada peserta festival yang merupakan ibu-ibu Tim Penggerak PKK tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan di Solo untuk membagi jenang setelah rombongan Wali Kota sampai di koridor Ngarsopuro.

Namun, menurut dia, mereka tidak enak hati melihat antusiasme pengunjung yang ingin segera menyantap jenang. Rombongan Wali Kota tiba di koridor Ngarsopuro pukul 09.30 WIB. Wali Kota datang bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kirab dengan berjalan kaki dari lokasi upacara peringatan hari jadi ke-272 Kota Solo di Stadion Sriwedari menuju koridor Ngarsopuro.

Kirab diiringi barisan garuda dan merah putih, gunungan jenang berjumlah 272 + 1 takir yang diletakkan di perahu Rajamala, gending carabalen, dan barisan Bhinneka Tunggal Ika. Wali Kota langsung menyalami ribuan pengunjung FJS 2017 setibanya di koridor Ngarsopuro.

Dia bersama rombongan lantas menempati panggung utama FJS 2017 di depan Pasar Triwindu Solo. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama, Rudy, sapaan akrab Wali Kota, dipersilakan memotong tumpeng dan makan jenang bersama pengunjung.

Rencana Panitia FJS 2017 untuk menggelar makan jenang bersama Wali Kota dengan cara lesehan juga tidak terlaksana. Pengunjung memilih mengitari meja besar di tengah koridor Ngarsopuro dengan cara berdiri.

Mereka berebutan setelah Wali Kota mempersilakan mereka mengambil jenang yang tersaji di meja. Wali Kota melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi stan-stan peserta festival.

Salah satu peserta FJS 2017 dari perwakilan pengurus PKK Kelurahan Kepatihan Kulon, Rusmani, 45, mengaku senang bisa memeriahkan FJS tahun ini yang mengambil tema Pesona Jenang Nusantara. Pengurus PKK Kelurahan Kepatihan Kulon bahkan membagikan jenang dengan merias diri menjadi sosok bagong dan limbuk.

Mereka membagukan 150 takir jenang berisi jenang jenis sumsum, mutiara, grawul, dan grendul. “Banyak sekali yang antre jenang. Saya rasa jumlah pengunjung lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami awalnya juga tidak tega melihat pengunjung yang datang ingin menikmati jenang. Tapi kami diingatkan panitia untuk membagi jenang setelah peserta kirab datang. Jadi kami membagi jenang setelah Pak Wali Kota mempersilakan pengunjung menikmati jenang,” jelas Rusmani.

 

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…