Sejumlah warga Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, berunjuk rasa menuntut perangkat desa mundur, Jumat (17/2/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Sejumlah warga Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, berunjuk rasa menuntut perangkat desa mundur, Jumat (17/2/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 17 Februari 2017 23:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

DEMO PONOROGO
Dinilai Kurang Beretika, Perangkat Desa Karanglo Lor Dituntut Mundur

Demo Ponorogo, ratusan warga Desa Karanglo Lor menuntut salah satu perangkat desa mundur.

Solopos.com, PONOROGO — Ratusan warga Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, berunjuk rasa mendesak Kamituwo Desa Karanglo Lor, Untung Ruspadi, mundur dari jabatannya, Jumat (17/2/2017).

Untung dianggap tidak bisa bekerja dengan baik. Ratusan orang tersebut memadati Balai Desa Karanglo Lor, Jumat pagi. Mereka menuntut supaya perangkat desa yang dianggap tidak bekerja dengan baik itu mundur dari jabatannya.

Salah seorang warga Desa Karanglo Lor, Karman, mengatakan warga menuntut Untung Ruspadi segera mengundurkan diri. Warga geram karena Untung yang menjadi perangkat desa itu tidak melakukan tugas dengan baik dan juga kerap membuat warga kecewa karena melakukan tindakan tidak beretika.

Warga menganggap Untung tak bisa menjadi contoh yang baik bagi warga desa. “Kami meminta Untung segera mundur karena tidak bisa bekerja sebagai kamituwo dengan baik. Ini menjadi keinginan warga Desa Karanglo Lor,” kata dia kepada wartawan.

Kepala Desa Karanglo Lor, Kasbullah, menyampaikan telah menerima surat dari Ketua BPD Karanglo Lor pada 14 Februari 2017 yang berisi tuntutan warga tersebut. Dalam surat itu dijelaskan warga menuntut Untung mundur dari jabatannya karena dianggap tidak bisa bekerja dengan baik dan tidak menyenangkan dalam melayani warga.

Dia menyampaikan tuntutan warga akan disampaikan kepada Camat Sukorejo dan akan dikonsultasikan kepada Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. “Semua kan ada aturannya. Akan diserahkan dulu kepada camat,” kata dia.

Kamituwo Desa Karanglo Lor, Untung Ruspadi, meminta maaf jika selama ini tidak bekerja dengan baik dan kurang melayani masyarakat. Dia berkomitmen memperbaiki diri dan mengubah sikapnya yang dinilai buruk.

“Saya mohon maaf. Saya akan memperbaiki diri dan mengubah sikap saya yang jelek,” kata dia.

Kapolsek Sukorejo, AKP Harijadi, mengimbau warga untuk taat dan patuh terhadap aturan dan tidak memaksakan kehendak. Dia berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan baik.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR CENTRAL INTERNATIONAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…