Salah seorang warga Purwogondo, Kartasura, Sukoharjo, Widi, membersihkan lumpur di dalam rumahnya, Jumat (16/2/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) Salah seorang warga Purwogondo, Kartasura, Sukoharjo, Widi, membersihkan lumpur di dalam rumahnya, Jumat (16/2/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Jumat, 17 Februari 2017 22:15 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

BANJIR SUKOHARJO
Banjir Surut, Warga Kartasura Bekerja Keras Bersihkan Lumpur Tebal

Banjir Sukoharjo, warga Kartasura harus bekerja keras membersihkan lumpur sisa banjir yang cukup tebal.

Solopos.com, SUKOHARJO — Banjir kiriman dari Boyolali yang menggenangi wilayah Kartasura, Sukoharjo, Kamis (16/2/2017) malam, sudah surut pada Jumat (17/2/2017). Warga yang rumahnya kebanjiran pun langsung bekerja keras membersihkan lumpur yang tersisa. Lumpur itu cukup tebal.

Pantauan Solopos.com, Jumat siang, sejumlah warga Kartasura sibuk membersihkan lumpur yang masuk di rumah mereka. Beberapa warga juga sibuk meneliti barang-barang mereka yang rusak akibat terendam air.

“Lumpur di dalam rumah saya masih banyak. Karena itu sekarang ini kami membersihkannya. Baru sempat membersihkan hari ini,” ujar salah seorang warga Purwogondo, Kartasura, Widi, 50, saat ditemui di sela-sela membersihkan rumahnya dari endapan lumpur.

Widi mengatakan akibat banjir tersebut sejumlah barang-barang miliknya seperti pakaian dan barang-barang elektronik rusak. Bahkan, tiga pintu rumah di belakang yang berdekatan dengan aliran Sungai Kartasura jebol dihantam banjir.

Menurut dia, pada Kamis malam air banjir yang menggenangi rumahnya mencapai kedalaman kira-kira 1,25 meter. Ketika itu dia tak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena air datang dari belakang rumahnya begitu cepat.

Terpisah, salah seorang warga Singopuran, Kartasura, Hadi, 65, juga masih meneliti barang-barang yang rusak akibat banjir. “Ini masih beres-beres, tapi untuk barang-barang elektronik dan barang lainnya yang masih ditaruh di meja, belum sempat saya turunkan. Tadi kami masih membersihkan sisa-sisa kotoran dan lumpur banjir di dalam rumah,” kata dia.

Menurut dia, lingkungan rumahnya sering kali kebanjiran. Tanahnya lebih rendah dibanding daerah lain di sekitarnya sehingga ketika Sungai Gembongan meluap sering kali membanjiri rumahnya.

Dia berharap pihak berwenang segera mengatasi persoalan yang sering berulang tersebut. Banjir semacam itu sering kali terjadi. Sementara itu salah seorang anggota DPRD Sukoharjo, Sunoto, yang meninjau korban banjir di Purwogondo didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPT DPU) Kartasura, Liek Tukimin, mengatakan akan mengusulkan bagian sungai di Purwogondo itu ditanggul.

“Satu-satunya cara untuk menanggulangi banjir di Purwogondo ini harus dibuat tanggul. Karena itu saya meminta DPU agar segera mengantisipasi ini dengan membangun tanggul,” ujar dia.

 

lowongan kerja
lowongan kerja PT.BANDARTRISULA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…