Para penari yang terdiri dari anak-anak dan remaja menyuguhkan tarian guna menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih pada Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawe, Mangunsari, Sidomukti, Rabu(15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Para penari yang terdiri dari anak-anak dan remaja menyuguhkan tarian guna menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih pada Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawe, Mangunsari, Sidomukti, Rabu(15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Rabu, 15 Februari 2017 12:55 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

FOTO PILKADA SALATIGA
Begini Meriahnya Coblosan di Ngawen...

Pilkada Salatiga 2017 berlangsung meriah.

Anak-anak kecil memainkan drumblek untuk menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, Salatiga, Selasa (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Anak-anak kecil memainkan drumblek untuk menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, Salatiga, Selasa (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Hari pemungutan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Salatiga tiba, Rabu (15/2/2017). Sebagian besar warga mematuhi anjuran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga dengan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk memanfaatkan hak pilih mereka—“mencoblos” istilah populernya.

Anak-anak kecil memainkan drumblek untuk menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, Salatiga, Selasa (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Anak-anak kecil memainkan drumblek untuk menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, Salatiga, Selasa (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Para penari yang terdiri dari anak-anak dan remaja menyuguhkan tarian guna menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih pada Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawe, Mangunsari, Sidomukti, Rabu(15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Para penari yang terdiri dari anak-anak dan remaja menyuguhkan tarian guna menyambut warga yang akan menggunakan hak pilih pada Pilkada 2017 di TPS 8 Ngawe, Mangunsari, Sidomukti, Rabu(15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Petugas TPS ?8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, mengenakan baju tradisional batik lurik saat bertugas melayani warga yang menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2017 Salatiga, Rabu (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Petugas TPS ?8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti, mengenakan baju tradisional batik lurik saat bertugas melayani warga yang menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2017 Salatiga, Rabu (15/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Sebagian kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) membuat atmosfer TPS mereka tak biasa demi menarik perhatian calon pemilih. Di Petugas TPS ?8 Ngawen, Mangunsari, Sidomukti misalnya tampil petugas KPPS berbaju tradisional batik lurik saat bertugas melayani warga yang menggunakan hak pilih Pilkada Salatiga 2017 mereka.

Ada pula sajian pertunjukan khusus sekadar untuk memeriahkan suasana sekitar TPS. Bocah dan remaja menyajikan tari-tarian, bergantian dengan tim drumblek yang menyajikan komposisi nada nan rancak.

Pemilihan umum wali kota dan wakil wali kota memang tak datang setiap tahun, maka wajar jika momentum pemungutan suaranya disambut meruah. Lagi pula, jika momentum lima tahun sekali itu tak dimanfaatkan optimal, bisa-bisa warga kota menyesal sepanjang lima tahun berikutnya karena bakal dipimpin wali kota dan wakil wali kota yang asal-asalan pula.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…