Tim Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang saat mengambil sample benda yang terbakar di salah satu lokasi kebakaran di daerah Gamping Lor, Gamping, Sleman, Selasa (7/2/2017). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Tim Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang saat mengambil sample benda yang terbakar di salah satu lokasi kebakaran di daerah Gamping Lor, Gamping, Sleman, Selasa (7/2/2017). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 8 Februari 2017 15:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KEBAKARAN SLEMAN
Antisipasi Teror, Warga Diminta Galakkan Poskamling

Kebakaran Sleman terjadi secara misterius beberapa waktu lalu

Solopos.com, SLEMAN– Kasus kebakaran beruntun yang terjadi di wilayah Gamping dan Godean mendapat perhatian serius dari Pemkab Sleman. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi hoax.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa peristiwa tersebut sangat disayangkan. Pemkab pun memberikan perhatian khusus terkait kasus kebakaran tersebut. Dia berharap aksi teror tersebut cepat diungkap agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami meminta agar masyarakat tidak resah. Sebab, masalah tersebut sudah ditangani pihak berwajib,” kata Sri, Selasa (7/2/2017).

Selain meminta pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut, Sri juga meminta jajaran TNI dan Satpol PP selalu siap menjaga kondusifitas. Termasuk, mengajak masyarakat mulai tingkat dusun hingga desa untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).  Menurut Sri, peristiwa kebakaran tersebut terjadi justru sejak siang hingga petang hari.

“Kami juga mengajak masyarakat di tingkatan dusun dan desa untuk menjaga lingkungan masing-masing. Tingkatkan kewaspadaan jangan sampai lengah,” ujarnya.

Sri juga berharap agar masyarakat selalu memonitor setiap warga asing yang datang ke lingkungannya. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi dan meminimalisasi tindak kriminal lainnya.

“Saat ini banyak berita hoax yang beredar di media sosial. Masyarakat juga harus cerdas memilih, memilah, dan mengolah berita yang ada. Jangan menyebarkan berita-berita hoax yang tidak jelas sumbernya karena tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sri.

Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Sleman Ismu Ahmad Widodo mengatakan, pihaknya masih melengkapi data kronologis rentetan kejadian kebakaran tersebut. Beberapa Informasi yang dikumpulkan di lokasi kejadian masih dianalisa.

“Tapi dana kebakaran ini hanya untuk data Pemadam Kebakaran Sleman saja. Kami tidak bisa menyimpulkan penyebab rentetan kebakaran yang terjadi di tujuh itu. Itu sudah masuk ranah kepolisian,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…