Para penerjun TNI berusaha membuat formasi saat beratraksi dalam upacara pembukaan The 38th CISM World Military Parachutting Championship 2014 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Lomba terjun payung militer se-dunia tersebut diikuti kontingen dari 46 negara. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ini dia formasi penerjun TNI di Solo, Jumat (19/9/2014). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 Februari 2017 16:02 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Penerjun Kopassus Hilang di Semarang, Payung & Helm Ditemukan

Musibah terjadi saat latihan terjun bebas TNI di Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Penerjun prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hilang di perairan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (7/2/2017) saat latihan rutin.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa, mengatakan musibah saat latihan rutin itu dikarenakan cuaca buruk.

Latihan rutin dilakukan sekitar pukul 07.15 WIB, diikuti 11 penerjun menggunakan Helikopter MI-17 milik Penerbad. Sebelum latihan dimulai telah dilakukan perencanaan termasuk koordinasi dengan bandara terkait cuaca. Saat itu, kondisi dinilai aman untuk melakukan terjun bebas. Saat 11 penerjun berada di udara, kondisi cuaca berubang, angin berubah menjadi angin kencang.

“Sembilan penerjun berhasil sampai di titik turun, sementara dua penerjun jatuh ke perairan karena angin kencang,” katanya.

Satu dari dua penerjun yang hilang tersebut, kata dia, berhasil diselamatkan. Namun, satu penerjun lain atas nama Sersan Satu Danang hinggi kini belum ditemukan.

TNI, kata dia, dibantu oleh personel Polair Polda Jawa Tengah dan Basarnas masih melakukan pencarian di sekitar perairan Semarang. Para prajurit Kopassus ini, menurut dia, sedang menggelar latihan rutin di Perairan Semarang.

“Latihan terjun bebas dengan berbagai medan itu untuk pemeliharaan kemampuan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, payung dan helm yang digunakan Sertu Danang sudah ditemukan. Untuk sementara pencarian dihentikan karena cuaca buruk. Ketinggian ombak di perairan Semarang mencapai dua meter. “Sertu Danang punya kemampuan Paskhas, saya yakin selamat,” katanya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…