Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Sabtu, 21 Januari 2017 21:02 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

MIRAS KLATEN
Oplosan Menelan Korban, 2 Pemuda Jatinom Tewas

Miras Klaten mengakibatkan dua orang tewas.

Solopos.com, KLATEN – Dua pemuda Jatinom tewas pascamenenggak minuman keras (miras) oplosan di Pedan, Kamis (19/1/2017) pukul 15.00 WIB.

Kedua pemuda itu meregang nyawa saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Jumat (20/1/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, dua pemuda yang tewas akibat menenggak miras oplosan, yakni Oki Nugroho, warga Seman, Bonyokan, Jatinom dan Sri Raharjo, 28, warga Banyusri, Krajan, Jatinom. Oki dan Sri Raharjo semula menggelar pesta miras oplosan di daerah Sobayan Kecamatan Pedan.

Keduanya menggelar pesta miras dengan tiga temannya yang lain, yakni Udin, 30, warga Tanjunganom, Krajan, Jatinom; Gendut alias Tahu, warga Jatinom; dan Giman, warga Tulung. Kelima pemuda itu menggelar pesta miras saat merayakan ulang tahun Udin.

Udin cs pergi ke Pedan, Kamis. Udin dan Tahu langsung membeli miras di Sobayan sesaat setelah sampaidi Pedan. Mereka menggelar pesta miras di lokasi karaoke di Pedan hingga pukul 22.00 WIB.

Selesai menggelar pesta miras, kelimanya pulang ke rumah masing-masing. Selang satu hari, Oki dan Sri Raharjo mengaku sakit perut dan pusing di kepala. Keduanya sempat dilarikan ke RSI Klaten sebelum meregang nyawa.

“Oki dan Sri Raharjo sudah dimakamkan hari ini [kemarin]. Sampai sekarang, warga di Krajan dan sekitarnya masih banyak yang memperbincangkan kejadian itu. Sebagian besar tak menyangka kalau Oki dan Sri Raharjo meninggal dunia karena miras oplosan [Oki dan Sri Raharjo sempat muntah-muntah sebelum tewas]. Saya pribadi melihat Sri Raharjo itu orangnya pendiam. Tadi [kemarin], saya sempat melayat ke rumahnya [mendiang Sri Raharjo],” kata warga Krajan, Triyanto, 59, kepada Solopos.com, Sabtu (21/1/2017).

Triyanto mengatakan kondisi Udin juga sempat drop setelah menenggak miras olposan. Udin juga memperoleh perawatan medis di RSI Klaten.

“Udin itu juga tetangga saya [seperti Oki dan Sri Raharjo]. Kondisinya saat ini masih di rumah sakit,” katanya.

Kapolsek Jatinom, AKP Sri Wiraden, mewakili Kapolres Klaten, AKBP M. Darwis, mengaku sudah menerima laporan terkait meninggalnya dua warga Jatinom akibat menenggak miras oplosan. Saat ini, kasus tersebut ditangani Polres Klaten.

“Kalau tadi, kami hanya mengecek korban yang meninggal dunia. Untuk lokasi pesta mirasnya berada di Pedan,” katanya.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP David Widya Dwi Hapsoro, mewakili Kapolres Klaten, AKBP M. Darwis, mengatakan penanganan kasus miras oplosan di Pedan berada di satnarkob Polres Klaten.

“Penjual miras sudah kami mintai keterangan. Nanti malam baru digelar kasusnya. Penanganannya di satnarkoba,” katanya.

Saat Solopos.com, menghubungi Kasatnarkoba Polres Klaten, AKP Danang Eko Prasetyo, Sabtu malam, ponselnya tidak aktif.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…