Warga berebut gunungan apam pada puncak acara Kirab Apem Sewu di Kampung Beton, Jebres, Solo, Minggu (8/11/2015). (JIBI/Solopos/Dok.) Warga berebut gunungan apam pada puncak acara Kirab Apem Sewu di Kampung Beton, Jebres, Solo, Minggu (8/11/2015). (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 11 Januari 2017 11:15 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Kelurahan Sewu akan Dideklarasikan Sebagai Kampung Apam

Wisata Solo bakal semakin kaya dengan dicetuskannya kampung apam.

Solopos.com, SOLO – Kelurahan Sewu yang masuk wilayah Kecamatan Jebres, Kota Solo, akan dikembangkan sebagai sentra kuliner apam. Bahkan, tahun ini pemerintah dan masyarakat setempat akan mendeklarasikan wilayah tersebut sebagai Kampung Apam.

Hal itu menjadi aspirasi yang ditangkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Sewu, Minggu (8/1/2017) malam. Lurah Sewu, Henoch Sadono, mengatakan pihaknya sudah lama mencanangkan sentra kuliner apam di wilayah tersebut. Hal itu sesuai dengan sejarah nenek-moyang yang berkembang di kalangan masyarakat.

“Ini sejalan dengan Grebeg Budaya Apam Sewu. Itu untuk nguri-uri budaya leluhur,” ujarnyadi ruang kerjanya, Selasa (10/1/2017).
Menurut dia, perwakilan RW sudah mendapat diklat berupa pelatihan usaha kecil menengah (UKM), khususnya dalam proses pembuatan apam yang benar serta inovatif pada 2016.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar tamu-tamu yang datang ke Solo dikasih oleh-oleh apam dari Kelurahan Sewu,” kata dia. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah bantaran sungai. Hal itu sesuai dengan tema musrenbangkel, yaitu Pengembangan Layanan Dasar dan Perekonomian Kota Berbasis Budaya dan Jasa.

Ia menyatakan beberapa hotel sudah meminta kerja sama. Beberapa turis dari Denmark sudah mencari apam beberapa bulan lalu ke Kelurahan Sewu. Pada 2017, pihaknya akan mendeklarasikan sebagai Kampung Apam bertepatan dengan grebeg.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sewu, Sri Hastuti, mengatakan masyarakat menerima dengan baik program pelatihan dari pemerintah. Setelah mengadakan beberapa pelatihan pada 2016, tahun ini rencananya warga akan kembali mendapat pelatihan.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perdagangan. Itu sudah diagendakan,” kata dia.

PT. SAGO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…