Polda Jateng menggelar rekonstruksi kasus perusakan, penganiayaan, dan perampasan di Social Kitchen Lounge and Bar di Setabelan, Banjarsari, Solo, Rabu (11/1/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Polda Jateng menggelar rekonstruksi kasus perusakan, penganiayaan, dan perampasan di Social Kitchen Lounge and Bar di Setabelan, Banjarsari, Solo, Rabu (11/1/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Rabu, 11 Januari 2017 12:00 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

SWEEPING SOCIAL KITCHEN
Kasus Perusakan Social Kitchen Solo Direkonstruksi

Sweeping Social Kitchen berdampak pada penangkapan sejumlah tersangka dan kini dilakukan rekonstruksi.

Solopos.com, SOLO – Aparat Polda Jateng menggelar rekonstruksi kasus perusakan, penganiayaan, dan perampasan di Social Kitchen Lounge and Bar di Setabelan, Banjarsari, Solo, Rabu (11/1/2017).

Pantauan Solopos.com, rekonstruksi di Social Kitchen dimulai pukul 10.30 WIB dengan dikawal ketat anggota Polresta Solo dari Brimob, Sabhara, Satlantas, dan Polwan.

Polda Jateng membawa 11 tersangka dengan menggunakan bus Pariwisata berpelat nomor H 1573 EC. (baca: Proses Hukum Berlanjut, Social Kitchen Solo Tutup Sementara)

Adegan pertama dimulai dengan berkumpulnya massa di kawasan Monumen 45 Banjarsari, Setabelan, Banjarsari. Setelah berkumpul mereka bergerak menuju Social Kitchen dengan diawali dengan mobil Daihatsu Xenia putih berpalat nomor AD 9480 AF yang disopiri Edi Lukito.

Sementara di belakang mobil puluhan sepeda motor mengawal dari belakang untuk melakukan sweeping. (baca juga: Polda Kantongi 74 Nama Tersangka)

Sampai berita ini ditulis, rekonstruksi masih berlangsung. Kasubdit III Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Nanang Haryono, memimpin langsung proses rekonstruksi.

Diberitakan sebelumnya, aksi sweeping oleh sekelompok orang di Sosial Kitchen Lounge and Bar terjadi Minggu (18/12/2016) dini hari.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…