Achmad Kurniawan (Okezone) Achmad Kurniawan (Okezone)
Rabu, 11 Januari 2017 15:03 WIB JIBI/Solopos/Newswire Indonesia Share :

Perjalanan Karier Achmad Kurniawan, Kiper Arema yang Meninggal Dunia

Achmad Kurniawan, kiper Arema FC, telah meninggal dunia.

Solopos.com, MALANG – Kabar duka datang dari persepakbolaan Indonesia. Kiper senior Arema FC, Achmad Kurniawan, meninggal dunia, Selasa (10/1/2017) sore WIB. Dia tutup usia karena serangan jantung.

AK, begitu sapaan akrabanya, lebih dulu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum meninggal. Dia mengidap gangguan jantung dan darah, bahkan dikabarkan sempat koma. Hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di usia 37 tahun pada Selasa (10/1/2017).

AK sendiri memang lebih banyak duduk di bangku cadangan Arema karena kalah bersaing dengan adik kandungnya, Kurnia Meiga. Namun saat Meiga dipanggil Timnas Indonesia di Piala AFF 2016, AK lantas menjadi kiper andalan Arema di ajang Indonesia Super Championship (ISC). AK tampil impresif dan mencatatkan 16 penampilan.

Dikutip dari Okezone, AK menimba ilmu di Persita Tangerang Junior dan kemudian mengawali karier profesionalnya di klub tersebut pada 2001. Ia pun membela Persita selama enam tahun tahun, yakni pada 2001 hingga 2006.

Setelah bermain untuk Persita, kiper berperawakan gempal ini memutuskan hijrah ke Arema yang kala itu masih bernama Arema Malang. Bahu membahu bersama kiper utama Kurnia Sandy, AK sukses membawa Arema menjuarai Copa Indonesia 2006. Performa AK di Arema pun tak luput dari pelatih Timnas Indonesia kala itu, Ivan Kolev. AK pun dilirik untuk persiapan skua tTimnas Garuda menuju Piala Asia 2007.

Sayang, AK gagal masuk skuad final karena kalah bersaing dengan kiper-kiper top macam Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu dan Jendry Pitoy. AK pun sampai di akhir hayatnya belum pernah mencatatkan penampilan di Timnas senior Indonesia. Ia hanya mencatatkan satu caps di timnas U-23.

AK sendiri memutuskan hengkang ke Persik Kediri pada 2008. Namun justru penampilan AK mengalami penurunan performa. Sang kiper lalu memutuskan untuk membela Semen Padang pada musim 2009-2010. Bersama Kabau Sirah, AK kembali menemukan performa terbaiknya meskipun tidak sefenomenal saat membela Arema ataupun Persita.

AK akhirnya kembali ke pelukan Arema pada 2010. Kepulangannya ini terasa istimewa. Sebab, dia bakal satu klub dengan sang adik, Kurnia Meiga. Sayangnya, keputusan ini malah jadi bumerang baginya. AK praktis harus puas terus menjadi deputi bagi sang adik dan menjadi penghangat bangku cadangan.

Dualisme liga yang kala itu mengemuka di sepak bola Indonesia membuat AK akhirnya memutuskan memperkuat Arema IPL pada 2011-2012. Setelah melihat tak ada kejelasan, AK akhirnya memutuskan hijrah ke Arema ISL di putaran kedua. Sejak saat itu hingga akhirnya menghembsukan napas terakhirnya, AK pun masih terus loyal bersama tim kebanggaan Aremania tersebut.

Selamat jalan Achmad Kurniawan!

lowongan kerja
lowongan kerja PT. AGRA BUMI INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



batik-print-bunga-merah-kai-072-s-0022-110rb-240m

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…