Polisi mengungkap tersangka kasus pencabulan ABG, GBP, 18, (tengah) di Mapolresta Solo, Selasa (10/1/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Polisi mengungkap tersangka kasus pencabulan ABG, GBP, 18, (tengah) di Mapolresta Solo, Selasa (10/1/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Selasa, 10 Januari 2017 21:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PENCABULAN SOLO
Berjanji akan Menikahi, Remaja Cabuli ABG

Pencabulan Solo, seorang remaja mencabuli ABG lainnya dengan janji akan menikahinya.

Solopos.com, SOLO — Aparat Polresta Solo menangkap seorang remaja berinisial GBP, 18, karena diduga mencabuli anak baru gede (ABG) berinisial, DS, 15, Jumat (6/1/2017).

Baik tersangka maupun korban merupakan warga Solo. Akibat perbuatan tersangka, kini DS hamil dengan usia kandungan sekitar tiga bulan.

Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sutoyo mewakili Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mengatakan penangkapan GBP bermula dari laporan orang tua DS yang mendapati anaknya hamil tiga bulan.

Polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memintai keterangan saksi. “Kami langsung menangkap pelaku pencabulan ABG setelah mendapatkan petunjuk dari hasil keterangan saksi,” ujar Sutoyo kepada wartawan di Mapolresta Solo, Selasa (10/1/2017).

Sutoyo mengatakan polisi menangkap GBP di rumahnya. GBP mengakui perbuatannya mencabuli DS sebanyak sepuluh kali. Perbuatan itu dilakukan sejak Juli 2016 sampai Januari 2017.

GBP dan DS diketahui berpacaran sejak 2014. “Modus pelaku mencabuli korban dengan cara merayu korban akan dinikahi jika mau diajak berhubungan badan,” kata Sutoyo.

Ia menjelaskan GBP mencabuli DS di rumahnya saat orang tuanya tidak berada di rumah. DS diketahui masih duduk di kelas X salah satu SMK di Solo. DS sekarang hamil tiga bulan.

“Kami mengamankan barang bukti berupa sepasang kaus kaki dan celana jeans warna biru milik pelaku saat menyetubuhi korban,” kata dia.

Sutoyo mengatakan pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Ia mengimbau orang tua berhati-hati menjaga anak perempuan mereka agar tidak menjadi korban pencabulan.

Sementara itu, GBP mengaku mengenal korban kali pertama dari temannya. Setelah berkenalan, mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih.

“Saya merayu korban akan menikahinya jika mau diajak berhubungan badan. Sebanyak sepuluh kali berhubungan badan di rumah tidak pernah diketahui orang tua,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT Kao Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…