Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Selasa, 10 Januari 2017 21:48 WIB Instyonoto/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Gaji Guru Telat, DPRD Jateng Minta Klarifikasi

Pembayaran gaji guru telat hingga sepekan. DPRD Jateng pun meminta klarifikasi.

Solopos.com, SOLO — Komisi E DPRD Jawa Tengah (Jateng) akan meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Jateng terkait keterlambatan pembayaran gaji guru SMA dan SMK untuk Januari 2017. Para guru di beberapa daerah baru menerima gaji pada Senin (9/1/2017).

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asy’ari, mengatakan anggaran untuk gaji guru SMA dan SMK telah ditetapkan pada APBD Jateng. “Saya malah baru tahu adanya keterlambatan gaji guru SMA dan SMK dari wartawan. Saya akan klarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Jateng,” katanya dihubungi Solopos.com, Selasa (10/1/2017).

Terjadinya keterlambatan ini, menurut dia, diduga karena belum siapnya sistem pengimputan data nomor induk pegawai (NIP) guru SMA dan SMK seluruh Jateng. Di samping itu, ada pengurangan anggaran dana alokasi umum (DAU) 2017 dari pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng senilai Rp800 miliar.

Anggaran DAU diperuntukan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS), termasuk gaji guru SMA dan SMK pascadikelola Pemprov Jateng. “Berkurangnya DAU itu akan berimbas pada pembayaran gaji PNS,” tandas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dia berharap permasalahan tersebut bisa segera diatasi Pemprov Jateng sehingga pembayaran gaji guru SMA dan SMK Februari 2017 tidak terlambat lagi. “Optimistis bisa ditangani dan gaji guru SMA dan SMK bulan depan [Februari] sudah lancer, tidak terlmbat lagi,” ujar Hasan.

Soal honor untuk guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) SMA dan SMK, Hasan menyatakan tidak ada masalah karena sudah dianggarkan.
“Honor GTT nantinya standar upah minimum kabupaten/kota [UMK] masing-masing,” ungkapnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…