Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (paling kanan) saat meninjau lokasi jalan ambles di Dusun Plalar, Umbulrejo, Ponjong, Senin (9/1/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (paling kanan) saat meninjau lokasi jalan ambles di Dusun Plalar, Umbulrejo, Ponjong, Senin (9/1/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 10 Januari 2017 12:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BENCANA GUNUNGKIDUL
2 Rumah Warga Berhasil Direlokasi ke Tempat Aman

Bencana Gunungkidul diantisipasi salah satunya dengan relokasi ke tempat yang aman

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul berhasil merelokasi dua keluarga yang tinggal di daerah rawan longsor di Dusun Klalar, Umbulrejo, Ponjong. Relokasi dilakukan untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan karena tanah di atas rumah itu terus mengalami pergeseran.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, zona rawan longsor di Dusun Plalar mulai mencuat sejak akhir tahun lalu, di mana hujan yang turun dengan deras membuat jalan antar desa di Dusun Plalar ambles sedalam kurang lebih satu meter dan panjang 65 meter. Celakanya, di bawah jalur itu terdapat tiga rumah rumah warga sehingga rawan tertimbun material longsoran.

“Kita terus lakukan pendekatan agar ketiga warga mau pindah. Namun untuk saat ini baru rumah milik Kamsio dan Wastoyo yang berhasil di relokasi. Sedang satu warga lainnya masih kukuh tinggal di lokasi tersebut,” kata Budhi, Senin (9/1/2017).

Dia menjelaskan, rencana relokasi yang dilakukan tidak berjalan mudah. Upaya tersebut sudah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu, namun baru terealisasi di tahun ini.

“Kemungkinan warga mau pindah dikarenakan kondisinya sudah kritis sehingga mereka melunak. Untuk relokasinya sendiri, tidak jauh dengan jarak 300 meter. Meski demikian, lokasi tersebut sudah masuk zona aman sehingga warga tidak perlu khawatir lagi,” papar Budhi.

Lebih jauh dikatakannya, untuk proses pembangunan sendiri BPBD hanya memberikan bantuan stimulan berupa pasir, semen dan papan untuk tembok rumah. Namun demikian, untuk membuat rumah permanen, rencananya dua rumah relokasi ini akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan dari BPBD DIY.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kita hanya mengusulkan saja karena keterbatasan anggaran yang dimiliki di kabupaten,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengaku sudah meninjau lokasi rumah relokasi dan jalan ambles yang berada di atas permukiman warga. Dia pun meminta, agar jalan yang ambles bisa segera diperbaiki karena akses tersebut merupakan jalur utama bagi masyarakat.

“Memang masih bisa dilewati tapi hanya untuk kendaraan roda dua saja. Sedang untuk roda empat harus memutar,” katanya.

Menurut dia, upaya penanganan bisa dilakukan dengan membuat talut. Hal ini dibutuhkan untuk menahan agar tanah tidak ambles lagi. “Kondisinya makin parah karena kedalamannya sudah mencapai satu meter. Jadi melihat kondisi yang ada dengan kerusakan sepanjang 65 meter, maka talut yang dibuat amannya sepanjang 100 meter. Untuk realisasinya, nanti akan saya komunikasikan dengan SKPD terkait,” ungkapnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…