310512_SOLO_RAMAYANA2
Senin, 9 Januari 2017 09:10 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

PARIWISATA SOLO
Balekambang Digelontor Rp1,3 Miliar untuk Rombak Open Stage

Pariwisata Solo, Taman Balekambang mendapat anggaran Rp1,3 miliar untuk merombak panggung terbuka.

Solopos.com, SOLO — Taman Balekambang mendapat alokasi dana Rp1,3 miliar dari pemerintah pusat. Dana itu akan digunakan menata panggung terbuka (open stage) yang biasa untuk mementaskan Sendratari Ramayana.

Dana itu masuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2017. Bantuan ini merupakan DAK reguler di bidang pariwisata untuk penataan kawasan pariwisata.

Perbaikan panggung terbuka dilakukan dengan menambah kapasitas tempat duduk. Selama ini panggung tersebut hanya mampu menampung 1.000 penonton. Rencananya ditambah agar mampu menampung 2.250 penonton.

“DAK dari pemerintah pusat untuk bidang pariwisata memang untuk perbaikan di Taman Balekambang khususnya open stage. Animo masyarakat untuk menonton Sendratari Ramayana semakin meningkat sehingga kami harus memberikan rasa nyaman kepada mereka,” papar Ketua Komisi IV, Hartanti, kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menambahkan antusiasme masyarakat menyaksikan Sendratari Ramayana yang digelar setiap purnama semakin besar. Tempat duduk yang tersedia pun lama-lama tak mampu menampung mereka yang hendak menikmati pertunjukan tersebut.

Di sisi lain, Pemkot diminta mengupayakan gamelan baru. Selama ini, Taman Balekambang hanya memiliki satu set gamelan di gedung kesenian. Itu pun dinilai kurang lengkap perangkatnya.

Nantinya diusahakan yang baru khusus untuk panggung terbuka sehingga tak perlu memindah-mindah gamelan dari gedung kesenian. “Begitu dana cair, proyek harus segera dilakukan. Tapi, pengelola Taman Balekambang mesti mengatur jadwal sedemikian rupa agar tak mengganggu jadwal rutin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Sumeh, mengakui adanya bantuan DAK untuk merombak open stage. Namun demikian, terkait detail pelaksanaan pembangunan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Dinas Pariwisata.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…