Ilustrasi jalan layang (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi jalan layang (JIBI/Bisnis/Dok)
Senin, 9 Januari 2017 21:40 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Perencanaan Flyover Manahan Kurang Matang, Pemkot Dinilai Ngawur

Infrastruktur Solo, Pemkot dinilai ngawur karena membuat perencanaan flyover yang kurang matang.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dinilai ngawur dalam perencanaan pembangunan flyover atau jalan layang Manahan. Hal ini tak lepas dari sederet perencanaan yang tak matang dan tak segera direalisasikan.

Mulai dari alokasi dana, detail engineering design (DED), hingga sosialisasi kepada masyarakat, semuanya belum jelas. Padahal proyek berskala besar ini ditarget rampung Desember 2017.

Semula proyek ini diperkirakan bakal menghabiskan dana Rp30 miliar, tapi kemudian membengkak menjadi Rp52 miliar. Pemkot menganggarkan Rp30 miliar pada APBD 2017 untuk pembangunan jalan layang Manahan. (Baca juga: Kebutuhan Anggaran Pembangunan Flyover Manahan Bengkak Jadi Rp52 Miliar)

Hal ini karena saat itu belum ada kepastian bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Namun demikian, belakangan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memastikan biaya pembangunan flyover Manahan bakal ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Padahal alokasi dana Rp30 miliar sudah digedok di APBD 2017 di pos Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Solo. Artinya, dana senilai itu akan mubazir.

Di samping itu, DED yang disusun pemerintah pusat ternyata belum rampung. Ini termasuk desain flyover yang belum juga ditentukan. Salah satunya memastikan awal dan akhiran tanjakan flyover. (Baca juga: Ini 2 Opsi Alternatif Flyover Manahan)

Meski Pemkot kemudian mengambil opsi flyover dibangun dari patung Manahan dan berakhir di persimpangan Jl. Yosodipuro, keputusan ini dinilai terburu-buru. “Ini menunjukkan Pemkot minim perencanaan soal flyover Manahan. Wacana ini sudah digaungkan sejak tujuh tahun lalu, tapi tak ada tindak lanjut konkret seperti kajian mendalam terkait semakin padatnya arus lalu lintas di kawasan itu. Selain itu, pengembalian alokasi dana APBD itu kian menunjukkan betapa tidak akuratnya Pemkot,” papar Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, saat ditemui wartawan, di Kantor DPRD, Senin (9/1/2017).
Di sisi lain, belum adanya DED yang jelas dan perencanaan yang tak matang membikin masyarakat khawatir. Belum lagi nanti bagaimana Pemkot melakukan sosialisasi terkait proyek besar ini mengingat Manahan termasuk kawasan pendidikan dan lalu lintas padat.

Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, menambahkan Pemkot seharusnya berkaca pada proyek-proyek serupa yang kurang optimal. Jangan sampai pembangunan flyover tersebut justru menimbulkan masalah baru.

Pemkot juga mesti mempertimbangkan wilayah sekitar sehingga kegiatan masyarakat tidak ada yang dimatikan. “Flyover memang paling tepat untuk mengurai kemacetan di Manahan. Seharusnya pembangunan fisik seperti ini disertai kajian matang terlebih dulu. Jika dananya semua dari pemerintah pusat segera saja dipastikan,” jelasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja CV.Lido Lintas Cakrawala, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

Leave a Reply



tas-106-s-0003-tas-magic-lipat-600x432

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…