Ilustrasi Uang Logam (Okezone) ilustrasi Uang Logam (Okezone)
Senin, 9 Januari 2017 06:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

GTT-PTT GUNUNGKIDUL
Pemkab Masih Tanggung Honor Senilai Rp1,7 Miliar

Besaran alokasi yang disediakan mencapai Rp1.769.600.000.

Solopos.com, WONOSARI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih diminta untuk menanggung honor untuk Guru Tak Tetap (GTT) dan Pegawai Tak Tetap (PTT), meski kewenangan pendidikan menengah telah beralih ke Pemerintah Provinsi. Sebagai konsekuensinya pemkab harus mengalokasikan anggaran senilai Rp1.769.600.000 untuk dibayarkan di tahun ini.

Kepala Badan Keungan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Supartono mengatakan, urusan pendidikan menengah yang meliputi Sekolah Menengah Atas-Sekolah Menengah Kejuruan dan sederajat belum sepenuhnya pindah ke provinsi. Sebab pemkab masih memiliki tanggungan untuk membayar honor PTT dan GTT.

Dia menjelaskan, keputusan untuk menanggun honor ini diketahui pemkab saat adanya evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 dari Pemerintah DIY. Di dalam catatan tersebut, gubernur selain meminta pemangkasan anggaran di sejumlah kegiatan, juga meminta ke kabupaten mengalokasikan anggaran untuk honor PTT dan GTT.

“Katanya provinsi tidak memiliki alokasi, jadi pemkab mau tidak mau menyediakan untuk honor tersebut,” kata Supartono kepada Harian Jogja, Jumat (6/1/2017).

Dia menjelaskan, besaran alokasi yang disediakan mencapai Rp1.769.600.000. Jumlah ini nantinya digunakan untuk membayar honor GTT-PTT pendidikan menengah di Gunungkidul yang mencapai ratusan orang. “Alokasi ini nantinya dimasukan dalam program Bantuan Keuangan Khusus,” ungkapnya.

Kepala Seksi Perencanaan Anggaran BKAD Gunungkidul Murdiyono menambahkan, honor GTT-PTT yang tertuang dalam alokasi bantuan keuangan khusus ke Pemerintah DIY sudah dilampirkan ke dalam tindak lanjut dari evaluasi  APBD 2017. Hasil itu juga telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi di akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, jika merunut dari kegiatan yang ada, bantuan ini merupakan yang pertama, sebab selama ini provinsi yang banyak memberikan bantuan. Murdiyono pun menyontohkan, Pemda DIY banyak memberikan bantuan untuk honor GTT-PTT di Gunungkidul. Adapun nilainya lebih dari Rp2 miliar karena jumlah tersebut untuk dibagikan ke satuan pendidik di seluruh tingkatan.

“Bedanya untuk saat ini kami diminta memberikan bantuan. Adapun jumlahnya lebih sedikit karena yang diberikan hanya untuk honor GTT-PTT di pendidikan menengah,” kata Murdiyono.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengaku belum mendapatkan informasi terkait permintaan dari provinsi untuk mengaloksikan anggaran untuk honor GTT dan PTT. Dia pun berjanji akan berkoordinasi dengan BKAD  untuk membahas masalah ini. “Yang saya tahu urusan pendidikan menegah sudah berpindah ke provinsi,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.FUBORU INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…