Baliho berisi informasi tentang layanan Matur Ibu terpasang di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Foto diambil Sabtu (7/1/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Baliho berisi informasi tentang layanan Matur Ibu terpasang di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Foto diambil Sabtu (7/1/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Minggu, 8 Januari 2017 12:41 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

Bupati Klaten Ditangkap KPK, Layanan Matur Ibu Masih Dibuka

Layanan Matur Ibu yang diluncurkan Pemkab Klaten pertengahan tahun lalu masih berjalan.

Solopos.com, KLATEN — Layanan Matur Ibu yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pertengahan tahun lalu masih berlanjut meski Bupati Klaten Sri Hartini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Program yang digaungkan Sri Hartini itu akan dilaporkan ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, Sri Mulyani, dalam waktu dekat. Sebagaimana diketahui, tim penyidik KPK menangkap Sri Hartini dalam operasi tangkap tangan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati, Jl. Pemuda Klaten, Jumat (30/12/2016). Penangkapan itu terkait kasus dugaan jual beli jabatan

Layanan Matur Ibu dibuka untuk menampung berbagai keluhan, pengaduan, dan aspirasi masyarakat Klaten kepada Pemkab dan Bupati Klaten. “Layanan Matur Ibu masih berjalan. Rata-rata ada sembilan pengaduan masyarakat yang masuk setiap hari. Kami akan merekapitulasi hasil pengaduan itu dan akan kami serahkan ke Plt. Bupati ke depan. Layanan itu merupakan kanal komunikasi efektif yang dilakukan Pemkab dengan masyarakat. Harapan kami, layanan itu masih berlanjut,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, kepada Solopos.com, Sabtu (7/1/2017).

Wahyudi Martono mengatakan beberapa pengaduan masyarakat yang dilakukan melalui layanan Matur Ibu meliputi berbagai keluhan masyarakat, seperti kerusakan jalan, penerangan jalan, dan pelayanan publik.

“Kami akan laporkan layanan ini ke Plt. Bupati terlebih dahulu. Waktunya setelah pengukuhan. Sebelum pengukuhan, pejabat di lingkungan Pemkab Klaten masih demisioner. Dalam pengaduan masyarakat itu, ada pula yang mengeluhkan pelayanan di pemerintah desa [pemdes] dan puskesmas,” katanya.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Setda Klaten, Sri Winoto, mengatakan layanan Matur Ibu ini merupakan layanan pengaduan berbasis online. Setiap warga di Klaten dapat mengadukan berbagai hal terkait bidang infrastruktur, kebencanaan, kesehatan, pariwisata, dan kegiatan sosial masyarakat (sosmas).  Layanan pengaduan itu bisa dilakukan melalui http://maturibuklatenkab.go.id; e-mail maturibu@mail.klatenkab.go.id; Twitter @humaskabklaten.

“Layanan ini yang mengelola Bagian Humas Setda Klaten. Beberapa aduan akan dicek lapangan, seperti kerusakan jalan,” katanya.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…