Logo Twitter dan Facebook, media jejaring sosial utama dunia (Weblopedi.net) Logo Twitter dan Facebook, media jejaring sosial utama dunia (Weblopedi.net)
Kamis, 5 Januari 2017 22:45 WIB JIBI/Solopos/Antara Internet Share :

Forbes Rilis 5 Tren Media Sosial 2017

Forbes memperkirakan ada lima tren yang akan terjadi pada media sosial pada 2017.

Solopos.com, SOLO – Pesatnya dunia teknologi menciptakan tren baru para pengakses Internet (netizen). Perubahan tren tersebut tentunya membawa pengaruh sangat besar tehadap cara mereka berkomunikasi di media sosial

Forbes merilis lima tren yang diperkirakan hadir di media sosial pada 2017. Berikut tren tersebut sebagaimana dikutip Antara, Kamis (5/1/2016):

1. Berkirim pesan

Aplikasi berkirim pesan seperti Whatsapp, Facebook Messenger, Viber dan Wechat memiliki pengguna yang lebih banyak daripada nama besar lain seperti Facebook, Twitter, Linkedin dan Instagram.

Generasi milenial lebih memilih SMS dan over-the-top (OTT) messaging untuk berkomunikasi. Sebanyak 62 persen milenial lebih setia pada merek yang berkomunikasi melalui cara tersebut. Diperkirakan ada 2 miliar pengguna berkirim pesan OTT pada 2018.

Mengapa demikian? Orang lebih menyukai sentuhan personal, keterbukaan dan kolaborasi yang diberikan. Dunia bisnis sudah memanfaatkan platform social messaging tersebut, misalnya, di Facebook, cukup klik iklan dan akan dialihkan ke jendela pesan merk tersebut.

2. Melawan hoax

Setiap hari, orang mengakses berita melalui Internet, tidak hanya televisi, radio dan koran. Mereka berisiko terpapar berita bohong alias hoax yang beredar dari berbagai situs Internet.

Generasi melek teknologi, yang sebagian besar mendapatkan informasi dari Internet, menyukai kejujuran sehingga tergerak untuk memeriksa kembali berita yang mereka baca. Mereka menginginkan media lebih transparan dengan membagikan konten reportase.

3. Konten autentik

Youtube muncul dengan konsep membagikan video peristiwa nyata dan tidak disaring. Media sosial sekarang mengembangkannya dengan menawarkan video real time, seperti yang ditawarkan Periscope, Facebook Live dan Instagram.

Milenial menyukai video live dan konten yang autentik. Media pun sering mengutip video siaran langsung untuk memberitakan acara besar. Di Amerika Serikat, generasi milenial merupakan penonton aktif dibanding kelompok usia lainnya pada 2016 dan diperkirakan begitu juga pada 2017.

4. Augemented reality (AR)

Lensa swafoto dari Snapchat membawa augmented reality (AR) ke dunia media sosial. Pokemon Go, meskipun bukan media sosial, menjadi sensasional pada 2016.

Diperkirakan platform media sosial lainnya akan bermain dengan augmented reality pada 2017. Mark Zuckerberg membenarkan Facebook sudah bereksperimen dengan augmented reality, baru-baru ini mereka mengakuisisi Masquerade, filter untuk selfie dan video.

5. Chatbot

Chatbot adalah kecerdasan artifisial, artificial intelligence (AI), yang dapat membuat percakapan dengan orang. Facebook mengintegrasikannya dengan Messenger, dunia bisnis juga memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

WALK IN INTERVIEW, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…