Mobil Toyota GT yang terlibat kecelakaan di Jalan Jogja-Wonosari ditutup terpal di halaman Mapolres Gunungkidul. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Mobil Toyota GT yang terlibat kecelakaan di Jalan Jogja-Wonosari ditutup terpal di halaman Mapolres Gunungkidul. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 2 Januari 2017 17:00 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KECELAKAAN GUNUNGKIDUL
Sepanjang 2016, 64 Jiwa Meregang Nyawa di Jalanan

Kecelakaan Gunungkidul menewaskan 64 jiwa

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Angka kecelakaan di Gunungkidul mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan ini terlihat dari data perbandingan jumlah laka dari tahun ke tahun.

Sejak 2014 lalu jumlah kecelakaan terus bertambah dari awalnya hanya 352 kasus meningkat menjadi 393 di 2015. Sementara itu, sepanjang 2016 lalu, Kepolisian Resor Gunungkidul mencatat ada 468 kejadian laka lantas.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, secara umum jumlah laka lantas terus berfluktuasi di setiap tahunnya. Namun dalam tiga tahun terakhir terdapat tren peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang ada, dimana sejak 2014-2016 lalu ada peningkatan yang cukup signifikan.

Dia menjelaskan, pada 2016, petugas mencatat ada 468 kasus dengan jumlah korban meninggal 64 jiwa, 580 korban luka ringan dan tiga orang mengalami luka berat.

“Kalau dari sisi kasus memang tahun lalu merupakan yang tertinggi, tapi kalau dilihat dari korban jiwa, kejadian di 2014 merupakan yang tertinggi karena ada 70 jiwa yang meregang nyawa di jalanan,” kata Ngadino kepada Solopos.com, Senin (2/1/2016).

Dia mengungkapkan, akibat kecelakaan tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Pasalnya kecelakaan juga menimbulkan kerugian material yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. “Untuk tahun 2016, kerugian material mencapai Rp138 juta,” katanya.

Menurut dia, meningkatnya jumlah laka dikarenakan beberapa faktor. Namun kejadian tersebut didominasi oleh faktor manusia yang kurang hati-hati dalam berkendara. Oleh karenanya, untuk menekan angka kecelakaan, polres akan terus melakukan sosialisasi.

“Kita akan terus menggalakan sosialisasi tentang ketertiban lalulintas. Sebab keselematan di jalanan bukan hal yang kebetulan dan salah satunya bisa dilakukan dengan tertib lalulintas saat berkendara,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…