Suasana Pesta Kembang Api Menyambut Tahun Baru Imlek di Solo (JIBI/Solopos/Dok) Suasana Pesta Kembang Api Menyambut Tahun Baru Imlek di Solo (JIBI/Solopos/Dok)
Minggu, 1 Januari 2017 09:21 WIB Sains Share :

TAHUKAH ANDA?
Inilah Sejarah Perayaan Tahun Baru di Dunia

Tahukah Anda kali ini tentang sejarah perayaan tahun baru di dunia.

Solopos.com, SOLO – Bagi sebagian orang, tahun baru merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Mereka biasanya akan menyambut momen pergantian tahun itu dengan penuh suka cita. Sebagian besar penduduk dunia biasanya merayakan tahun baru dengan berpesta, meniup terompet, dan menyalakan kembang api.

Hal itu dilakukan sebagai ungkapan kebahagiaan dan harapan agar di tahun yang baru itu, mereka akan mendapat banyak kebahagiaan. Namun, tahukah Anda? Bagaimana sejarah perayaan tahun baru di dunia?

Dikutip Solopos.com dari laman Info Please, Jumat (30/12/2016), perayaan tahun baru kali pertamaa dilakukan setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma pada 45 tahun SM. Sebelum menetapkan kalender modern itu, bangsa Romawi telah memiliki kalender tradisional. Namun, kalender itu memiliki sistem penanggalan yang kacau. Pasalnya, kalender tersebut dibuat berdasar pengamatan terhadap munculnya matahari dan bulan.

Oleh sebab itu, Julius Caesar ingin menyempurnakan kalender tradisional itu menjadi lebih modern. Guna mewujudkan keinginannya itu, ia meminta bantuan seorang ahli astronomi bernama Sosigenes. Saat itu, Sosigenes menyarankan agar sistem penanggalan baru itu dibuat mengikuti revolusi matahari, seperti yang dilakukan orang-orang Mesir.

Setelah mendapat persetujuan dari Julius, Sosigenes membuat kalender baru yang dikenal dengan nama kalender Julian. Kalender itu terdiri dari 12 bulan, yakni Januarius, Februarius, Martius, Aprilis, Maius, Iunius, Quintilis, Sextilis, September, October, November, dan December. Saat itu, Julius mengganti nama bulan Quintilis dengan namanya. Sementara itu, setelah Julis wafat, penguasa selanjutnya, Kaisar Augustus mengganti nama bulan Sextilis dengan nama dirinya, Agustus. Inilah cikal bakal kalender modern yang masih dipakai sampai saat ini.

Dikutip dari Simpletoremember, setiap menjelang pergantian tahun, Julius memerintahkan rakyatnya untuk mengadakan pemujaan kepada Dewa Janus. Upacara pemujaan itu dilakukan dengan cara menyalakan kembang api, membuat api unggun, memukul lonceng, dan meniup terompet. Siapa sangka, tradisi tersebut terus berkembang di masyarakat modern.

Hingga saat ini, banyak orang di beberapa wilayah dunia menyambut tahun baru dengan mengadakan pesta kembang api dan meniup terompet bukan untuk memuja dewa, melainkan hanya sekadar bersenang-senang.

Kendati demikian, beberapa masyarakat di wilayah Korea, Jepang dan Tiongkok menyambut tahun baru dengan cara yang berbeda. Saat pergantian malam tahun baru, mereka biasanya akan mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa agar mendapat rezeki yang berlimpah. (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

 

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Sejati Putra Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…