Suasana TPR Pantai Parangtritis pada Sabtu (31/12/2016) malam. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Suasana TPR Pantai Parangtritis pada Sabtu (31/12/2016) malam. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 31 Desember 2016 23:10 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

MALAM TAHUN BARU 2017
Petugas TPR Pantai Parangtritis Kewalahan Hadapi Pengunjung, Banyak yang Digratiskan

Malam tahun baru 2017 dimanfaatkan warga salah satunya dengan berkunjung ke pantai

Solopos.com, BANTUL-Tak siap hadapi pengunjung, petugas loket Tempat Pungutan Retribusi (TPR) menggratiskan pengunjung yang hendak merayakan malam pergantian tahun di Pantai Parangtritis. Penggratisan itu sempat dilakukan petugas, Sabtu (32/12) mulai pukul 13.30 hingga 16.00.

Dari catatan petugas, selama hampir 2,5 jam itu, ada sekitar 2.000 pengunjung yang masuk tanpa membayar tiket retribusi. Jika dihitung berdasarkan harga tiket sebesar Rp5.000 per orang, artinya, dalam waktu 2,5 jam, pendapatan sebesar Rp10 juta melayang percuma.

Bahkan dari pantauan Solopos.com, hingga Sabtu (31/12/2016), pukul 22.00, petugas sempat beberapa kali melakukan penggratisan itu. “Jujur saja, kami agak kewalahan,” kata Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rokhmat Ridwanto saat ditemui di lokasi.

Diakuinya, penggratisan itu dilakukan lantaran volume kendaraan yang terus memadat. Betapa tidak, dengan hanya diperkuat sekitar 10 orang personel, ia menilai kewalahan melayani jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu.

“Kalau sampai malam ini, jumlah pengunjung sudah mencapai lebih dari 25.000 orang. Semakin malam semakin ramai,” katanya.

Dikatakannya, penggratisan itu tak berpengaruh pada pencapaian target retribusi dari sektor pariwisata. Pasalnya, dari kabar yang ia terima, target retribusi pariwisata sebesar Rp11,5 miliar sudah terlampaui sejak sepekan sebelum libur tahun baru.

Rokhmat memperkirakan, puncak volume kendaraan akan terjadi sekitar pukul 23.00 mendatang hingga detik-detik jelang pergantian tahun.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…