Warga mengantri pelayanan mobil Samsat keliling online yang membuka layanan di Kelurahan Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen, beberapa waktu lalu. Kalangan dealer mobil mengeluhkan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di Jawa Tengah yang lebih mahal ketimbang provinsi lain di Pulau Jawa seperti DIY dan Jawa Timur. (JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara) Warga mengantre pelayanan mobil Samsat keliling online yang membuka layanan di Kelurahan Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen, beberapa waktu lalu. Kalangan dealer mobil mengeluhkan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di Jawa Tengah yang lebih mahal ketimbang provinsi lain di Pulau Jawa seperti DIY dan Jawa Timur. (JIBI/SOLOPOS/Chrisna Chanis Cara)
Jumat, 30 Desember 2016 03:30 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

Samsat Klaten Kebanjiran Bea Balik Nama Kendaraan

Samsat Klaten kebanjiran bea balik nama.

Solopos.com, KLATEN – Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Klaten kebanjiran pemohon bea balik nama kendaraan bermotor dalam beberapa pekan terakhir. Membeludaknya pengajuan bea balik nama ini menyusul masih berlangsungnya program pemutihan bea balik nama di kantor setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, program pemutihan bea balik nama di Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Klaten berlangsung, Selasa (22/11/2016)-Jumat (30/12/2016).

Selama program pemutihan, setiap pemohon bea balik nama kendaraan tidak dimintai biaya alias gratis. Rata-rata, kantor Samsat Klaten melayani 700-an pemohon bea balik per harinya.

“Di hari biasa [di luar program pemutihan], kami biasanya melayani 400-an pengajuan bea balik. Di hari biasa, jumlah itu termasuk pelayanan pajak kendaraan. Saat ini, memang pengajuan bea balik nama sangat banyak. Kami sampai kewalahan melayaninya. Saking banyaknya pengajuan, cek fisik tak hanya dilakukan di sini. Tapi, di Mapolres Klaten juga,” kata Baur STNK Samsat Klaten Kota, Aiptu Sutopo, mewakili Kasatlantas Polres Klaten, AKP A. Gautama Putra, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (29/12/2016).

Aiptu Sutopo mengatakan membeludaknya pemohon bea balik nama kendaraan mengakibatkan beberapa petugas di Samsat Klaten Kota harus bekerja lembur. Kendati permintaan banyak, kondisi material pelat nomor dan dokumen di Samsat Klaten Kota masih terbilang cukup.

“Besok [hari ini] pelayanan program pemutihan kali terakhir. Kemungkinan besar, jumlah pemohonnya juga masih banyak,” kata Aiptu Sutopo yang juga mewakili Kapolres Klaten, AKBP M. Darwis.

Hal senada dijelaskan Kaurbinops (KBO) Satlantas Polres Klaten, Iptu Rizky Widyo Pratomo. Jumlah anggota yang disiagakan untuk melayani program pemutihan di Kabupaten Bersinar berkisar 50 orang.

“Yang mencolok peningkatan jumlahnya memang di bea balik nama kendaraan. Untuk pemohon SIM relatif masih sama [produksi SIM di Mapolres Klaten mencapai 20 SIM per pekan],” katanya.

Salah satu pemohon bea balik nama, Ari, 35, mengaku sangat terbantu dengan program pemutihan di akhir tahun 2016.

“Saya ingin bea balik nama kendaraan roda empat. Pemohon bea balik namanya memang banyak. Saya antre dar pukul 06.00 WIB. Saat ini menunggu pelat nomornya. Saya ingin pipis saja tak berani, takut kalau dipanggil petugas,” katanya.

 

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…