Yulianto, 26 (kanan), dan Agus Siswanto, 32, warga Dukuh Bayanan RT 013, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, menjadi korban penganiayaan saat mencari kayu bakar di hutan. Foto diambil Kamis (29/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Yulianto, 26 (kanan), dan Agus Siswanto, 32, warga Dukuh Bayanan RT 013, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, menjadi korban penganiayaan saat mencari kayu bakar di hutan. Foto diambil Kamis (29/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 30 Desember 2016 16:40 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENGANIAYAAN SRAGEN
2 Korban Penganiayaan di Hutan Karet Sambi Diduga Mencuri

Penganiayaan Sragen, tindakan dua warga yang dianiaya di hutan karet milik PTPN Blok Sambi diduga mengarah ke pencurian.

Solopos.com, SRAGEN — Polres Sragen menyebut tindakan dua warga Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, yang dianiaya saat mencari kayu bakar di hutan karet milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di Sambirejo mengarah pada pencurian.

Kendati demikian, hingga Jumat (30/12/2016), PTPN IX Batu Jamus, Kerjo, Karanganyar, belum membuat laporan resmi ke Polres Sragen mengenai peristiwa yang terjadi pada Rabu (28/12/2016) itu. Dugaan pencurian tersebut diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso berdasarkan informasi yang dia terima dari bawahannya di wilayah Sambirejo.

Ditemui wartawan, Jumat siang, Kapolres menyampaikan yang dipotong dua warga itu bukan ranting atau batang tetapi pohon karet. “Itu [yang dipotong] pohon bukan ranting. Ya, informasi itu harus berimbang. Itu [pemotongan pohon] kan ada sebab akibat,” ujar Kapolres seraya menunjukkan foto aktivitas polisi yang mengumpulkan data di lokasi kejadian. (Baca juga: Ini Kisah Lengkap Penganiayaan 2 Warga Sambirejo di Hutan Karet)

Berdasarkan foto yang ditunjukkan Kapolres lewat ponselnya, ukuran pohon karet yang diduga ditebang  dua warga itu cukup besar yakni berdiameter sekitar 15-20 sentimeter (cm). Cahyo juga menunjukkan foto dua gergaji sepanjang 50 sentimeter dan sebilah sabit yang digunakan warga untuk memotong batang pohon.

“Saya belum bisa menyampaikan lebih lanjut tentang indikasi pencurian di hutan karet itu karena PTPN IX belum buat laporan. Ya, saya menunggu laporan saja dari pihak-pihak yang dirugikan. Yang laporan itu kan yang merasa jadi korban. Ini kan baru informasi awal tentang adanya indikasi pencurian kayu oleh beberapa orang di [hutan] PTPN dan diamankan petugas keamanan PTPN,” tuturnya.

Kapolsek Sambirejo AKP Sudira mewakili Kapolres juga sudah menghimpun data ke PTPN dan warga. Berdasarkan data tersebut, Sudira menyatakan peristiwa di hutan karet Blok Sambi, Kecamatan Sambirejo, itu mengarah ke pencurian kayu. “Saya tidak tahu kerugiannya. Cari data sendiri ke PTPN,” katanya.

Sementara itu, Wakil Administratur PTPN IX Batu Jamus, Kerjo, Karanganyar, Adam, saat dihubungi Solopos.com berulang kali lewat ponselnya tidak bisa terhubung. Berdasarkan keterangan petugas piket PTPN IX, Administratur maupun Wakil Administratur PTPN IX sudah pulang karena jam kerjanya hanya sampai pukul 11.30 WIB pada setiap Jumat.

Petugas PTPN IX di wilayah Afdeling Kepoh Sambirejo, Ulik, juga tidak bisa dihubungi karena nomor ponselnya tidak aktif. Berdasarkan berita di website resmi Polres Sragen, tribratanews-sragen.com, bagian Humas Polres Sragen merilis empat petugas keamanan PTPN IX Kerjoarum menangkap pelaku pencuri pohon karet di Sambirejo, Sragen.

Dalam informasi tersebut, Humas Polres Sragen menyebut kerugian PTPN IX mencapai Rp24 juta dan petugas keamanan PTPN IX membantah tindakan penganiayaan terhadap dua warga itu. Dua orang warga yang ditangkap petugas keamanan beralamat di Basan, Desa Sambi. Barang bukti berupa dua gergaji diamankan di Polsek Sambirejo.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…