Ilustrasi kegiatan tim SAR dalam penanganan bencana (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Jumat, 30 Desember 2016 20:20 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pemkab Bantul Wacanakan Penambahan Honor Anggota SAR

Pemkab Bantul mewacanakan penambahan honorarium personel SAR

Solopos.com, BANTUL-Tak sebandingnya tingkat kesejahteraan personil Search and Rescue (SAR) memicu munculnya wacana penambahan honorarium personel SAR. Penambahan itu rencananya akan diambilkan dari sebagian pendapatan retribusi wisata.

Pelaksana Harian (PLH) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menjelaskan, dengan panjang pantai pesisir selatan Bantul yang mencapai 13,7 kilometer, hanya terdapat personil SAR sebanyak 92 orang saja dengan honorarium sebesar Rp700.000 per bulannya.

“Selain dari kabupaten juga ada dari provinsi, besarannya berapa kurang tahu tapi tidak lebih tinggi dari kabupaten,” katanya, Kamis (29/12/2016) siang.

Meski terkadang turut ambil bagian dalam membantu penanganan kebencanaan di luar pantai, setiap harinya mereka lebih banyak berjaga untuk pengamanan wisatawan yang berkunjung ke pantai. Dengan adanya penjagaan petugas SAR diakui wisatawan akan lebih merasa nyaman dan bisa berlama-lama bermain di pantai.

“Ketika wisatawan nyaman dan ada tambahan kunjungan tentu ada kontribusi bagi peningkatan PAD,” ungkapnya.

Itulah sebabnya, saat disinggung mengenai masalah kesejahteraan bagi personil SAR, Dwi mengaku sudah pernah membahasnya dengan pihak DPRD Bantul. Ia pun menyarankan adanya penataan ulang terkait posisi personel Tim SAR.

Dengan fungsi seperti sekarang, personel SAR lebih bisa dipandang sebagai life guard atau penjaga pantai seperti yang ada di Pangandaran maupun Bali. “Nanti honorarium diambilkan dari retribusi wisata meski hanya satu rupiah tiap tiket tapi kan bisa banyak,” ungkapnya.

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan personil SAR, dana dari retribusi wisata itu diharapkan bisa juga untuk pengadaan sarana prasarana penunjang keselamatan wisatawan yang berkunjung di pantai.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…