Bupati Klaten, Sri Hartini, melantik 50 pejabat yang dimutasi. Pelantikan digelar di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (26/8/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Bupati Klaten, Sri Hartini, melantik 50 pejabat yang dimutasi. Pelantikan digelar di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (26/8/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Jumat, 30 Desember 2016 17:15 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Bupati Klaten Ditangkap KPK, Rencana Pelantikan Pejabat Malam Ini Belum Pasti

Rencana pelantikan dan mutasi pejabat Pemkab Klaten malam ini belum diputuskan akan tetap digelar atau tidak.

Solopos.com, KLATEN — Pelantikan dan pengambilan sumpah janji ratusan pejabat struktural Pemkab Klaten yang dijadwalkan Jumat (30/12/2016) malam di Pendapa Pemkab Klaten terancam batal menyusul ditangkapnya Bupati Sri Hartini oleh KPK.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, belum bisa memastikan apakah pelantikan itu tetap digelar atau dibatalkan. Ia menjelaskan pelantikan itu masih menunggu hasil pertemuan dengan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Makanya saya mengundang seluruh Baperjakat. Saya ingin tahu proses kelengkapan administrasi sejauh mana. Belum bisa dipastikan kaitannya pelantikan nanti malam,” kata Jaka saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Jumat.

Baperjakat diketuai Sekda Klaten beranggotakan pejabat eselon II B yakni Inspektur Inspektorat, Asisten Administrasi, Kepala BKD, serta Kepala Bappeda. Pertemuan Baperjakat baru digelar Jumat siang.

“Hasil pertemuan Baperjakat nanti dilaporkan ke Wabup dari Wabup ditindaklanjuti apakah dilanjutkan atau tidak. Kalau tetap Wabup harus lapor ke gubernur,” kata dia.

Sebelumnya, direncanakan ada 850 pejabat struktural yang bakal dilantik serta diambil sumpah janji, Jumat mulai pukul 19.00 WIB. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji tersebut menindaklanjuti berlakunya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

Sementara itu, terkait penangkapan bupati, Jaka tak mengetahui persis. Begitu pula kasus yang menjerat Sri Hartini.

“Saya dari kemarin mengikuti sejumlah acara mewakili bupati. Saya baru mendapat kabar dari teman-teman. Sampai saat ini belum tahu persis siapa saja yang dibawa, bupati di mana, dan terkait kasus apa. Biarkan proses ini berjalan,” katanya.

Terkait penangkapan bupati, Jaka mengatakan prihatin. Ia juga menjelaskan pemerintahan tetap berjalan.

Sri Hartini dilantik menjadi Bupati Klaten pada 17 Februari 2016 bersamaan dengan kepala daerah lainnya oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Sebelum menjabat bupati, ia menjadi wakil bupati pada periode 2010-2015. Sri Hartini merupakan istri mantan Bupati Klaten, almarhum Haryanto Wibowo, yang menjabat periode 2000-2005.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…