Warga berusaha mendorong bus yang macet akibat nekat menerobos genangan air di Viaduk, Gilingan, Solo, beberapa waktu lalu.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Warga berusaha mendorong bus yang macet akibat nekat menerobos genangan air di Viaduk, Gilingan, Solo, beberapa waktu lalu.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 30 Desember 2016 04:00 WIB Mahardini NA/JIBI/Solopos Solo Share :

5 Proyek Strategis Solo Utara Gagal Terpenuhi Target Tahun Ini

5 Proyek di kawasan Solo Utara gagal terpenuhi target tahun ini.

Solopos.com, SOLO — Kalangan legislator memberikan rapor merah bagi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang dianggap belum memaksimalkan peluang tahun infrastruktur 2016 bagi kawasan Solo utara. Beberapa proyek urung terlaksana sesuai rencana awal lantaran kendala teknis maupun nonteknis.

Sebanyak lima proyek yang disorot lantaran urung terealisasi sesuai pemapaparan awal, di antaranya pembangunan Jembatan Tirtonadi II, pembangunan underpass Viaduk Gilingan, penataan Koridor Adi Sumarmo disertai pembuatan tugu batas kota, peningkatan Jl. Pakel, serta pembangunan tugu batas kota di Jl. Kolonel Sugiyono Kadipiro.

Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, menyampaikan perencanaan proyek pembangunan yang kurang matang menjadi salah satu biang kegagalan terealiasasinya proyek di kawasan Solo utara.

“Tugu batas kota Solo utara semestinya bisa teraliasasi karena sudah dianggarkan. Di Koridor Adi Sumarmo, yang digarap baru pedestrian dan drainasenya senilai Rp1,3 miliar. Anggarannya Rp1,6 miliar, Patung Loro Blonyo urung digarap karena konsep belum jelas. Tugu di Sekip juga demikian,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/12).

Ketua Fraksi Demokrat Nurani Rakyat ini juga menyayangkan proyek peningkatan kapasitas Jl. Pakel yang rencananya dikerjakan secara multiyears mulai tahun ini. Dikatakannya, Jl. Pakel merupakan salah satu penyangga akses tol Solo-Kertosono dari Kota Bengawan.

“Peningkatan Jl. Pakel sepanjang 3 kilometer rencana awal digarap dengan anggaran Rp7,8 miliar dan dikerjakan selama tiga tahun. 2016 ini baru terlaksana Rp1,7 miliar, lebar jalan saat ini masih sekitar 3 meter,” jelasnya.

Viaduk Gilingan

Menurut Supri, proyek lain yang disorot urung terlaksana tahun ini adalah penanganan banjir dan macet di Viaduk Gilingan serta pembangunan Jembatan Tirtonadi II yang terganjal pembebasan lahan. “Semula ada rencana pembuatan underpass di Gilingan. Lantas batal dan proyek jadi sekadar wacana. Di Jembatan Tirtonadi juga batal direalisasi tahun ini karena kendala pembebasan lahan,” ujar dia.

Supri mewanti-wanti agar SKPD terkait 2017 mendatang memaparkan usulan rencana pembangunan dengan matang supaya tidak ada lagi kasus proyek gagal tidak sesuai rencana awal. “Kami minta SKPD disiplin, ada perencanaan matang, serta inspektorat aktif menjalankan perannya,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, berharap proyek yang batal tahun ini bisa terealisasi pada 2017. Salah satunya Jembatan Tirtonadi yang mendesak dilaksanakan pembangunannya. “Pembangunan jembatan ini sudah tertunda setahun. Harapannya pembebasan lahan bisa tuntas dan pembangunan bisa terealisasi,” tambahnya.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…