Suasana Umbul Ponggok pada akhir pekan, Sabtu (16/8/2014). Umbul tersebut bakal menjadi lokasi upacara kemerdekaan bawah air Minggu (17/8/2014). (JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Chara) Suasana Umbul Ponggok pada akhir pekan, Sabtu (16/8/2014). (JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Chara)
Kamis, 29 Desember 2016 08:10 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

WISATA KLATEN
Tahun Depan, Umbul Ponggok Dibuka sampai Tengah Malam

BUM Desa Tirta Mandiri Desa Ponggok terus membenahi objek wisata Umbul Ponggok.

Solopos.com, KLATEN — Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, terus membenahi objek wisata Umbul Ponggok guna meningkatkan pelayanan kepada pengunjung serta pendapatan BUM Desa.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka umbul itu sampai tengah malam mulai tahun depan. Pendapatan BUM Desa Tirta Mandiri terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini, hingga pertengahan Desember, pendapatan BUM Desa yang berdiri sejak 2009 lalu itu mencapai Rp9,4 miliar.

BUM Desa Tirta Mandiri mengelola sejumlah unit di antaranya perikanan, toko desa, pengelolaan air, serta pariwisata. Sektor pariwisata menyumbang pendapatan paling besar terutama dari pengelolaan objek wisata Umbul Ponggok.

“Pendapatan tahun ini melebihi target dari Rp9 miliar tercapainya hampir Rp9,4 miliar. Kalau sampai akhir tahun harapan kami bisa sampai Rp10 miliar,” kata Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, kepada wartawan, Rabu (28/12/2016).

Capaian pendapatan BUM Desa Tirta Mandiri pada tahun ini meningkat ketimbang 2015 lalu. “Pendapatan pada 2015 mencapai Rp6,1 miliar. Salah satu sektor yang menyumbang terbanyak dari pengelolaan objek wisata air Umbul Ponggok. Di Umbul Ponggok, peningkatan jumlah pengunjung serta pendapatan hampir 30 persen. Pada 2015 lalu, jumlah pengunjung sekitar 360.000 orang dalam setahun,” kata dia.

Pada 2017, BUM Desa Tirta Mandiri menargetkan pendapatan Rp12 miliar. “Khusus wisata kami memasang target senilai Rp8 miliar,” ungkap dia.

Untuk mengejar target tersebut, Junaedi mengatakan salah satunya dengan penataan kawasan Umbul Ponggok, yakni membangun Ponggok Ciblon. Ponggok Ciblon kembali dikelola pemerintah desa sejak September 2016. Sebelumnya, objek wisata tersebut bernama Banyu Mili dan dikelola pihak ketiga.

“Kami lakukan penataan untuk Ponggok Ciblon. Jadi, Umbul Ponggok digunakan untuk orang dewasa, sementara Ponggok Ciblon untuk wisata keluarga dan edukasi. Nanti kami lelang dan coba kerja sama dengan Pemkab. Total lahan yang akan digunakan untuk pengembangan itu seluas 7 hektare. Anggaran penataan saat ini masih kami bahas,” katanya.

Sementara itu, Direktur BUM Desa Tirta Mandiri, Joko Winarno, mengatakan salah satu pengembangan Umbul Ponggok pada 2017 yakni dengan beroperasi sampai malam hari. Pengoperasian pada malam hari hingga pukul 24.00 WIB itu didukung pengoperasian kafe serta food court.

Selain itu, kawasan bawah air Umbul Ponggok bakal dilengkapi pencahayaan sehingga tetap bisa digunakan untuk snorkeling, diving, serta foto bawah air pada malam hari. Rencananya, sosialisasi beroperasinya ponggok hingga malam tersebut dilakukan bersamaan dengan perayaan malam pergantian tahun di Umbul Ponggok, Sabtu (31/12/2016).

“Kami ingin menghidupkan Ponggok saat malam. Kami menyerap keluhan serta kritikan dari masyarakat lantaran saat buka dari pagi hingga sore, kondisi umbul terkadang over kapasitas. Makanya, kami buka hingga malam dengan tujuan agar pengunjung tetap bisa mendatangi umbul saat malam,” katanya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…