Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 29 Desember 2016 02:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Takut Jadi Korban, Wisatawan Tetap Pilih-pilih Warung Makan

Wisata Gunungkidul termasuk kuliner penunjang perlu memperhatikan taraf kewajaran layanan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah wisatawan yang berkunjung di kawasan pantai Gunungkidul menilai harga-harga makanan yang ditawarkan pedagang masih dalam taraf kewajaran. Namun demikian, mereka juga lebih berhat-hati saat akan jajan dan lebih memilih warung yang menyajikan menu lengkap dengan daftar harga makanan.

Salah seorang pengungunjung Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari, Suprapti mengakui, awalnya sempat khawatir akan harga makanan di kawasan wisata. Namun saat memasuki kawasan pantai, ia sudah ditawari berbagai brosur menu makanan lengkap dengan daftar harga.

Hal inilah yang dijadikan acuan untuk menikmati berbagai menu makanan di lokasi wisata.

“Selebaran yang diberikan jadi acuan kami untuk jajan. Sebab saya tidak berani masuk warung yang tak menyertakan daftar harga karena takut dipatok dengan tarif tinggi,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (28/12/2016).

Menurut dia, dari daftar yang ada, harga-harga makanan yang ditawarkan masih wajar. Suprapti menyontohkan, dengan uang sebesar Rp20.000, sudah bisa mendapatkan satu paket nasi ayam lengkap dengan minumannya. Sedang untuk masakan laut seperti cumi, ikan dan udang dijual di kisaran Rp20.000-30.000 per porsinya. “Saya kira ini masih wajar dan tidak mahal harganya,” tutur wisatawan asal Wonogiri ini.

Hal senada diungkapkan oleh Kentut Hariyanto, wisatawan lain di kawasan Pantai Kukup. Menurut dia, ketakutan akan dipatok dengan harga tinggi saat jajan tetap ada. Namun untuk menyiasati hal itu, ia mencoba mencari warung makan yang menyajikan daftar menu lengkap dengan daftar harga. “Saya tidak mau ambil risiko, mending agak repot sedikit tapi membuat kantong tetap aman,” katanya.

Kentut mengungkapkan, untuk sekarang sudah banyak warung makan yang menyajikan menu lengkap dengan daftar harga. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya brosur yang diterima saat melakukan kunjungan. “Di mobil saya sampai menyimpan beberapa lembar brosur, di mana di dalamnya ada variasi menu makanan lengkap dengan daftar harganya,” ungkap dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR DANAMAS PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…