Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan Pantai Baron saat pelaksanaan tradisi padusan, Minggu (5/6/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan Pantai Baron saat pelaksanaan tradisi padusan, Minggu (5/6/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 29 Desember 2016 13:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Dalam Setahun, 2,9 Juta Orang berwisata ke Gunungkidul

Wisata Gunungkidul memenuhi target

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Pendapatan retribusi wisata di Gunungkidul diklaim melampaui target senilai Rp23 miliar. Jumlah wisatawan menembus angka 2,9 juta tahun ini.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, hingga Rabu (28/12/2016) total pendapatan dari sektor retribusi wisata di Gunungkidul telah mencapai Rp23,4 miliar. Melampaui sekitar Rp300 juta dari target Rp23,1 miliar tahun ini.

“Pendapatan retribusi wisata sudah tembus seratus satu persen,” kata Harry Sukmono, Rabu. Dengan pencapaian pendapatan sebesar itu, artinya tercatat sekitar 2,9 juta wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul sepanjang tahun ini.

Libur sekolah serta Natal 2016 mendongkrak kunjungan wisatawan ke Gunungkidul. Sebelumnya Pemerintah daerah berharap cemas, target pendapatan sulit terpenuhi pada akhir tahun.

Menurut Harry, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada 25 Desember bertepatan dengan libur perayaan Natal. “Pada hari Natal itu jumlah kunjungan sehari mencapai hingga 44 ribu wisatawan,” papar dia.

Padahal kata dia, pelampauan target pendapatan tersebut belum termasuk jumlah wisatawan yang berkunjung pada malam tahun baru.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…