Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, melantik dan mengukuhkan 940 pejabat di lingkungan Pemkab Ponorogo, Kamis (29/12/2016) siang. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, melantik dan mengukuhkan 940 pejabat di lingkungan Pemkab Ponorogo, Kamis (29/12/2016) siang. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 29 Desember 2016 15:40 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Selesai Lantik 940 Pejabat, Bupati Ponorogo Ambruk dan Dilarikan ke RS

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni ambruk dan langsung dibawa ke rumah sakit setelah melantik 940 pejabat Pemkab Ponorogo.

Solopos.com, PONOROGO — Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, ambruk dan dilarikan ke RSUD dr. Harjono, Kamis (29/12/2016) sekitar pukul 12.00 WIB. Hal itu terjadi sesaat setelah Ipong melantik dan mengukuhkan 940 pejabat di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Setelah memberikan sambutan dan melantik 940 pejabat di halaman Kantor Pemkab Ponorogo, Ipong kemudian menyalami pejabat yang dilantik maupun dikukuhkan itu. Kemudian Ipong berjalan menuju ke pendapa.

Saat hendak melayani wawancara dengan wartawan di pendapa, Ipong terlihat kesakitan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sekretaris Daerah Pemkab Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan Bupati sakit dan harus dirawat di rumah sakit. “Benar sedang sakit,” ujarnya singkat.

Kabid Logistik dan Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan Bupati memang punya riwayat penyakit lambung. Saat ini Ipong masih menjalani perawatan di RSUD dr. Harjono.

Informasi yang diterima Solopos.com, Ipong Muchlissoni akan dipindah ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…