Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok) Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
Kamis, 29 Desember 2016 11:20 WIB Arif Wahyudi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

SEKOLAH DI JOGJA
Ini Alasan Sekolah di DIY Harus Berakreditas B

Sekolah di Jogja terus dijaga kualitasnya

Solopos.com, JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mempertegas pengawasan  kualitas pendidikan yang dilakukan sekolah. Selanjutnya Disdikpora melarang penerbitan ijazah bagi sekolah atau madrasah yang akreditasinya masih C.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan akreditasi tersebut dinilai sangat penting sebagai salah satu evaluasi kinerja pendidikan yang paling lengkap. Lembaga pendidikan harus mampu mencapai delapan standar pendidikan nasional secara keseluruhan sesuai sistem pendidikan nasional.

Selain itu akreditasi tersebut juga menjadi upaya agar sekolah menjaga konsistensi kualitasnya dari sisi standar. Hasil akreditasi tersebut jadi acuan bagi pengambil kebijakan dari level apapun untuk menggunaan hasil akreditasi ke depannya.

“Masak iya di DIY masih ada sekolah yang terakreditasi C. Karenanya sekolah harus segera memproses akreditasi, terutama bagi SMK yang akreditasnya per program keahlian jadi harus jeli,” ungkapnya, Rabu (28/12/2016)

Sementara Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X pun menegaskan masing-masinglembaga pendidikan harus memiliki tekad kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi setiap peserta didik. Ketegasan itu dia ungkapkan tanpa pengecualian, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. Apabila tiap sekolah memiliji motivasi kuat, dia meyakini peningkatan akreditasi tidak mustahil dicapai bahkan untuk level paling tinggi

“Dengan banyaknya sekolah yang meraih akreditasi A diharapkan dapat mendorong lainnya untuk bisa meningkatkan kualitas. Jika sudah pada level A maka tugas yang lebih berat mempertahankan akreditasi itu,” papar dia.

Sementara Ketua Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Sekolah/Madrasah DIY, Suhadi menjelaskan tahun ini DIY mendapatkan kuota akreditasi terhadap 949 lembaga pendidikan dan program keahlian SMK. Jumlah ini terdiri dari 602 SD, 83 MI, 100 SMP, 30 MTs, 7 SMA, 10 MA, 85 program keahlian SMK dan 32 SLB.
?
“Dari seluruh proses akreditasi dinyatakan semua sekolah lolos akreditasi,” imbuhnya

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…