Ilustrasi pedagang ikan di pasar tradisional. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Ilustrasi pedagang ikan di pasar tradisional. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 29 Desember 2016 03:23 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PERIKANAN KULONPROGO
Pembangunan Bandara Akibatkan Produksi Menurun

Perikanan Kulonprogo mengalami penurunan produksi

Solopos.com, KULONPROGO — Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kulonprogo mencatat adanya penurunan pada tingkat produksi perikanan tahun ini. Produksi perikanan bakal berusaha ditingkatkan kembali melalui optimalisasi pemberdayaan kelompok budi daya ikan (pokdakan).

Kepala DKPP Kulonprogo, Sudarna mengungkapkan, berdasarkan data terakhir yang dihimpun instansinya, capaian produksi perikanan sepanjang 2016 diketahui sebanyak 13.454 ton. Angka tersebut lebih sedikit dibanding tahun 2015 yang tercatat 14.338 ton.

“Memang ada penurunan yang cukup besar,” kata  Sudarna, Rabu (28/12/2016).

Sudarna berpendapat, rencana pembangunan bandara menjadi salah satu penyebab turunnya tingkat produksi perikanan, khususnya di wilayah Temon. Kegiatan produksi menjadi tidak maksimal karena perhatian pembudidaya ikan terbelah, terlebih mereka yang juga termasuk warga terdampak. Jenis ikan yang produktivitasnya berkurang antara lain lele, gurami, dan nila.

Pembangunan bandara juga disebut mengurangi lahan perikanan hingga setidaknya 50 hektare di Temon. Sudarna mengatakan, Pemkab Kulonprogo berencana membuka lahan perikanan baru. Konsepnya bisa dibilang serupa dengan program cetak sawah baru yang bertujuan menyiasati alih fungsi lahan pertanian.

“Lahan perikanan 50 ha itu biasanya menghasilkan 2.000 ton ikan. Seandainya kita tidak mengupayakan itu [membuka lahan perikanan baru], produksi perikanan bisa terus berkurang,” ujar Sudarna.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…