Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone) Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone)
Kamis, 29 Desember 2016 19:06 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

PEMBUNUHAN PULOMAS
Seandainya Terlambat 10 Menit, Mungkin Dodi Triono Selamat

Korban pembunuhan di Pulomas, Dodi Triono dan keluarga, mungkin bisa selamat seandainya dia terlambat datang 10 menit.

Solopos.com, JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya telah menganalisis rekaman CCTV di rumah Dodi Triono, korban pembunuhan di Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam rekaman tersebut, terlihat Dodi datang kali terakhir atau beberapa saat setelah komplotan Ramlan Butarbutar menjarah barang-barang di rumah itu.

Rekaman CCTV yang telah dianalisis polisi menunjukkan kejadian pada Senin (26/12/2016) mulai pukul 14.28 WIB hingga 14.40 WIB. Kali pertama, muncul salah satu sopir yang bekerja di rumah kedua Dodi. Saat itulah pintu pagar depan terbuka yang belakangan dimasuki oleh komplotan Ramlan Butarbutar.

“Dia ambil kursi putih plastik, untuk acara di rumah. Setelah sopir tinggalkan tempat, pintu depan masih terbuka. Saat itu, datanglah mobil putih [yang ditumpangi] Ramlan tadi,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. M. Iriawan, di RS Kartika Pulomas yang ditayangkan live oleh TV One, Kamis (29/12/2016) sore.

Menurut Iriawan, Ramlan dkk kemudian menemukan bertemu salah satu korban. Rekaman CCTV juga memperlihatkan para pelaku menekan asisten rumah tangga dengan senjata.

“Kelihatannya enggak ada apa-apa, ternyata sudah di bawah tekanan senjata Ramlan. Tiba-tiba ada anak kecil, kemudian turun beberapa orang, kecuali Diona, mereka langsung dibawa [untuk disekap],” kata Iriawan.

Selanjutnya, pelaku menuju ke lantai atas dan menemukan Diona, putri Dodi, yang waktu itu menolak untuk turun. Dalam rekaman CCTV lantai kedua, Diona terlihat diseret oleh pelaku yang diduga sebagai Yus Pane. Diona terlihat dipukul beberapa kali oleh Yus dengan senjata api.

“Setelah pelaku bawa tas, pelaku di depan rumah, datanglah Pak Dodi. Jika datang 10 menit setelah itu, Pak Dodi ini mungkin selamat,” kata Iriawan. Dodi pun dimasukkan oleh para pelaku ke dalam toilet seperti para korban lainnya.

Iriawan kembali menegasikan bahwa motif pelaku adalah murni perampokan. Berdasarkan keterangan terduga pelaku yang telah ditangkap, Ramlan dan komplotannya sudah mengintai rumah yang kira-kira bisa menjadi sasaran perampokan.

“Kami periksa lagi satu pelakunya. Yang nanti kita tangkap juga akan kita tanyai juga. soal latar belakang almarhum juga kita teliti.”

lowongan kerja
lowongan kerja Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…