Polisi berjaga di depan rumah di Jl. Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). Sebanyak sebelas orang, diantaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja) Polisi berjaga di depan rumah di Jl. Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). Sebanyak sebelas orang, diantaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Kamis, 29 Desember 2016 15:18 WIB Juli Etha Manalu/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

PEMBUNUHAN PULOMAS
Cek Korban, Kapolda Metro Jaya Bawa Tim Trauma Healing

Kapolda Metro Jaya mengecek kondisi korban perampokan dan pembunuhan Pulomas dengan membawa tim trauma healing.

Solopos.com, JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengunjungi korban selamat kejadian penyekapan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R. P. Argo Yuwono mengatakan Kapolda Iriawan akan melakukan pengecekan ke Rumah Sakit (RS) Kartika Pulomas, tempat para korban dirawat. Iriawan akan datang bersama tim trauma healing dari Polda Metro Jaya.

“Jadi, sore nanti Kapolda akan mengecek ke RS. Rencananya akan kita bawa tim trauma healing dari Polda ya, Biro SDM ini. Nanti akan kita ikut sertakan ke RS Kartika. Jadi pasien-pasien yang trauma ini biar normal lagi,” katanya, Kamis (29/12/206).

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum bisa meminta keterangan terkait kejadian ini dari anggota keluarga korban karena kondisi yang masih berduka.

Selasa (27/12/2016) lalu, 11 orang ditemukan disekap dalam kamar mandi yang berlangsung sejak Senin (26/12/2016) sekitar pukuk 15.00 WIB. Penyekapan berlangsung di rumah di Jl. Pulomas Utara nomor 74, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Akibat penyekapan ini, enam orang korban tewas yakni Dodi Triono, 59, pemilik rumah; dua orang putri Dodi yakni Diona Arika Putri, 16; dan Dianita Gemma Dzalfayla, 9; Amel yang merupakan teman Gemma; serta dua orang sopir yakni Yanto dan Tasrok.

Mereka diduga tewas karena kekurangan oksigen setelah tersekap bersama lima orang korban selamat lainnya selama berjam-jam di dalam kamar mandi tanpa ventilasi berukuran 1,5 x 1,5 meter

lowongan kerja
lowongan kerja SMK Daarul Hidayah Sukoharjo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…