Polisi berjaga di depan rumah di Jl. Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). Sebanyak sebelas orang, diantaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja) Polisi berjaga di depan rumah di Jl. Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). Sebanyak sebelas orang, diantaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Kamis, 29 Desember 2016 17:30 WIB Juli Etha/Adib Muttaqin Asfar/Antara/JIBI Hukum Share :

PEMBUNUHAN PULOMAS
Adik Ramlan Butarbutar Juga Buron Kasus Perampokan

Adik Ramlan Butarbutar–pemimpin kelompok pelaku pembunuhan di Pulomas–juga buron kasus perampokan.

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa adik pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Ramlan Butarbutar, juga merupakan buronan polisi. Laki-laki berinisial R alias Ucok itu tercatat sebagai buronan terkait dugaan kasus pencurian dengan kekerasan.

“R alias Ucok juga merupakan DPO kasus pencurian dengan perampokan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rudy Herianto Adi Nugroho di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Rudy mengungkapkan bahwa Ucok pernah terlibat beberapa kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, petugas mengamankan R alias Ucok saat menangkap dua tersangka perampokan di Pulomas, yakni Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang.

Ucok turut diamankan petugas karena diduga menyembunyikan kedua pelaku di rumah kontrakan kawasan Jalan Kalong, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (28/12/2016).

Saat ini, penyidik kepolisian masih memeriksa intensif Ucok guna menyelidiki peranannya terkait komplotan kejahatan pimpinan Ramlan Butar Butar itu.

Di Jatiasih, Bekasi, warga di sekitar rumah kontrakan yang menjadi lokasi penangkapan Ramlan dan Erwin Situmorang, tidak terlalu mengenal sosok penghuni rumah itu. Warga pun hanya mengenal nama belakang Butarbutar, namun tak tahu persis nama depannya. Butarbutar menghuni kontrakan satu pintu di kawasan itu dan diketahui bekerja sebagai sopir angkot.

“Si Butarbutar tak pernah ketemu langsung, kita lihat kalau dia pulang jam 10 malam [22.00 WIB] habis narik angkot. Kita lihat sekilas saja, Butarbutar ini sehari-hari jadi sopir angkot,” kata ketua RW setempat, Herman, kepada TV One, Rabu sore.

Sehari-hari, Butarbutar diketahui tinggal sendirian di rumah kontrakan itu. Namun pada Selasa (287/12/2016) malam, ada dua orang yang menginap dalam rumah tersebut. Kedua orang ini belum sempat melapor ke ketua RT setempat karena baru tinggal semalam.

“Baru semalam, belum tahu ini siapa. Yang satu ketembak kakinya. Saya tahunya dia tidak pernah komunikasi, jarang, paling berangkat pagi, pulang malam. Kalau dengan warga asli tidak pernah ada komunikasi.”

Petugas juga masih memburu seorang pelaku lainnya berinisial YP yang diduga terlibat perampokan menewaskan enam orang korban tersebut. Sejauh ini, polisi telah menangkap tiga tersangka yakni Ramlan (meninggal dunia), Erwin Situmorang, dan Alfin Bernius Sinaga.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono mengonfirmasi penangkapan Sinaga di sebuah perumahan di wilayah Bekasi.
“Benar. Namanya Sinaga itu,” kata Argo, Rabu (28/12/2016) malam.

Argo melanjutkan bahwa Sinaga yang yang saat itu berada dari rumah temannya tidak melakukan perlawanan ketika dilakukan penangkapan. Menurutnya, dalam aksi penyekapan yang berlangsung pada Senin (26/12/2016), Sinaga berperan sebagai sopir. “Dia sebagai driver, kan [pelaku] bawa mobil,” katanya.

Hingga kini polisi telah mengamankan tiga dari empat orang pelaku pembunuhan di Pulomas, yakni Ramlan Butarbutar yang akhirnya tewas setelah ditembak kakinya, Erwin Situmorang, dan Sinaga. Sedangkan Ucok akan diperiksa sebagai saksi. Adapun satu orang terduga pelaku lainnya yakni Yus Pane masih dalam pencarian oleh polisi.

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…