Ilustrasi (JIBI/Bisnis/dokumen) Ilustrasi (JIBI/Bisnis/dokumen)
Kamis, 29 Desember 2016 06:10 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PEMBANGUNAN SOLO
Anggaran Belum Jelas, Revitalisasi Pasar Rejosari Terancam Mandek

Pembangunan Solo, renovasi Pasar Rejosari terancam mandek karena belum ada kejelasan mengenai anggarannya.

Solopos.com, SOLO — Kelanjutan pembangunan Pasar Rejosari di Kecamatan Jebres, Solo, terancam mandek pada tahun depan. Hingga kini Pemkot belum menerima kepastian kucuran bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagiyo mengatakan Pemkot tidak menganggarkan dana revitalisasi Pasar Rejosari pada 2017 setelah tahap pertama proyek yang dibiayai APBD Kota Solo berakhir pada tahun ini. Revitaliasi Pasar Rejosari masih membutuhkan anggaran Rp19,5 miliar.

“Kami masih menunggu kepastian Bantuan Gubernur [Bangub] dari APBD Provinsi di 2017,” kata Subagiyo ketika dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (28/12/2016).

Pemkot optimistis Pemprov Jawa Tengah akan mengucurkan anggaran untuk pasar itu tahun depan. Sinyal tersebut diperoleh Pemkot setelah diundang untuk dimintai klarifikasi mengenai kebutuhan anggaran Pasar Rejosari belum lama ini.

Selain itu pembangunan Pasar Rejosari masuk dalam skala prioritas kegiatan provinsi. Namun, hingga kini Pemkot belum menerima kepastian daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan Pasar Rejosari.

“Kebutuhan anggaran yang kami ajukan Rp19,5 miliar. Kami berharap provinsi segera memberi kepastian kucuran anggaran itu,” katanya.

Skenario pembiayaan telah disusun Pemkot dengan menyertakan dua sumber dana, yaitu APBD Kota Solo 2016 senilai Rp5,4 miliar dan APBD Provinsi Jateng Rp19,5 miliar pada 2017. Pada tahap pertama, revitalisasi difokuskan kepada pembangunan fondasi dan struktur bangunan.

Karena tahun depan pembangunan seharusnya dilanjutkan dengan dana APBD Provinsi Jateng, Pemkot tidak menganggarkan dana revitalisasi maupun mencari alternatif sumber dana lain untuk lanjutan proyek Pasar Rejosari. Sesuai konsep Pasar Rejosari dibangun dua lantai.

Berdasarkan data, Pasar Rejosari menampung 418 pedagang. Mereka terbagi menjadi 42 pedagang kios dan 376 pedagang menempati los. “Selama proyek dikerjakan, pedagang ditempatkan sementara di pasar darurat,” katanya.

Terkait nasib para pedagang yang ditempatkan di pasar darurat hingga tahun depan, Subagiyo tidak mempersoalkannya. Kondisi kios dan los di pasar darurat sudah didesain agar bisa digunakan selama dua tahun. Fasilitas air bersih pun masih disediakan.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…