Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono (tengah). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono (tengah). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Kamis, 29 Desember 2016 18:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KRIMINALITAS JATENG
Tingkat Kejahatan Jateng Turun Selama 2016

Kriminalitas atau kejahatan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) menurun sepanjang 2016.

Solopos.com, SEMARANG – Angka kriminalitas di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun 2016 ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Turunnya tingkat kejahatan itu disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono saat menggelar konferensi pers terkait laporan tindak kejahatan di Jawa Tengah (Jateng) selama 2016 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (29/12/2016) siang.

“Kalau dibandingkan tahun lalu ada penurunan signifikan terkait jumlah gangguan kamtibmas [kemanan, ketertiban masyarakat] di wilayah Jateng. Ada penurunan 17,5% tindak kejahatan dibanding tahun 2015, sementara jumlah penyelesaian perkaranya turun sekitar 11,7%,” ujar Condro.

Condro menyebutkan selama tahun 2016 tercatat ada 12.574 tindak pidana di Jateng. Jumlah ini menurun dibanding tindak pidana yang terjadi selama 2015, yakni 15.245 kasus.

Dari kasus sebanyak itu di 2016, 8.624 kasus di antaranya sudah diselesaikan oleh Polda Jateng. Dari jumlah tersebut, kasus yang paling banyak diselesaikan adalah kasus kejahatan tindak pencurian dengan pemberatan (curat), disusul tindak pidana perjudian.

“Selama 2016 tindak pidana curat yang berhasil diselesaikan Polda Jateng ada 2.256 kasus. Sementara, urutan kedua adalah tindak pidana pencurian yang berjumlah 1.047 kasus,” imbuh Kapolda.

Sementara itu, untuk penanganan kasus narkotika dan obat berbahaya lain (narkoba), Polda Jateng mengklaim selama 2016 telah menangani sekitar 1.358 kasus, dengan penyalahgunaan terbanyak pada narkoba jenis ganja dan ekstasi. “Jumlah ini memang terbilang cukup tinggi, namun masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah kasus di daerah-daerah lain, seperti Medan, Riau, dan Jakarta,” ujar Kapolda.

Selain mengumumkan pengungkapan kasus-kasus kejahatan konvensional, dalam kesempatan itu Kapolda juga membeberkan keberhasilan instansinya dalam menangani kasus-kasus lain yang berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti unjuk rasa, konflik intoleran, teroris, hingga tindak penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggotanya.

“Selain tingkat kejahatan menurun, selama 2016 kami juga mengalami penurunan dalam penerimaan pengaduan masyarakat. Tercatat selama 2016 ini kami hanya menerima 324 pengaduan, di mana 198 di antaranya sedang kami tangani, 49 aduan lainnya sudah kami selesaikan dan sisanya tidak terbukti kebenarannya,” beber Kapolda.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Sales Lapangan FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…