Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos) Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom, Rabu (28/12/2016) pagi WIB. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)
Kamis, 29 Desember 2016 09:45 WIB Haryo Prabancono/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

BERITA TERPOPULER
Tas Mencurigakan di Boyolali hingga Kisah Heroik Zanette

Berita terpopuler Solopos.com kali ini mengenai tas mencurigakan diduga bom di Boyolali hingga kisah Zanette yang bertahan di hidup di WC sempit.

Solopos.com, SOLO — Warga pusat kota Boyolali digegerkan dengan temuan tas yang diduga berisi bom. Tas mencurigakan ditemukan di pintu masuk halaman Kelurahan Banaran, Boyolali, Rabu (28/12/2016) pagi. Saat itu polisi masih mensterilkan lokasi.

Pantauan Solopos.com, Rabu pagi hingga pukul 09.00 WIB tas mencurigakan itu telah diberi garis pembatas polisi. Warga tampak berkumpul beberapa meter di sekitaran lokasi.

Jalan utama Pandanaran tampak ditutup sedangkan sekitar 09.07 petugas Gegana tampak sudah hadir di lokasi. Polisi meminta toko dan kantor di sekitar kelurahan untuk mematikan WiFi yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya ledakan.

Lurah Banaran, Tulus Raharjo, mengatakan penjaga kantor kecamatan Boyolali, Joko adalah orang yang kali pertama menemukan tas. Joko menemukan tas mencurigakan itu sekitar pukul 06.00 WIB.

Tulus menceritakan saat itu Joko mendapati sepasang suami istri sedang melihat-lihat kantor kelurahan. Namun, beberapa menit kemudian suami istri tersebut tampak meninggalkan lokasi dengan meninggalkan tas. Penemuan tas itu lantas dilaporkan ke pihak polisi.

Kabar tas mencurigakan diduga bom yang menggegerkan warga Boyolali menjadi berita terpopuler Solopos.com, Kamis (29/12/2016). Berita terpopuler lainnya hasil autopsi korban pembunuhan Pulomas, kisah heroik Zanette yang bertahan hidup selama belasan jam, Saifudiin Castello hingga toko modern Klaten buka lagi.

Simak berita terpopuler Solopos.com, Kamis:

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…