Aktivitas penarikan retribusi di pintu utama Pos Retribusi Baron. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Aktivitas penarikan retribusi di pintu utama Pos Retribusi Baron. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 28 Desember 2016 16:09 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Pendapatan dari Retribusi Wisata Rp23,2 Miliar

Wisata Gunungkidul berhasil mencapai target pendapatan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul bisa bernapas lega. Pasalnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepariwisataan di 2016 telah terpenuhi.

Meski tercapai, namun untuk tahun ini sedikit berbeda. Sebab pencapaian target baru terpenuhi saat memasuki akhir tahun. Sebab di pertengahan November lalu, PAD yang masuk baru sekitar Rp18,5 miliar. Namun seiring adanya liburan sekolah dan akhir tahun, terdapat lonjakan yang signifikan.

Konsekuensi dari lonjakan kunjungan tersebut, target pendapatan sebesar Rp23,1 miliar dapat terpenuhi. Bahkan hingga Selasa (23/12/2016) tercatat PAD yang masuk sebesar Rp23,2 miliar.

“Kami bersyukur target yang dibebankan dapat dipenuhi, meski capaiannya baru terlaksana di akhir  tahun,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono.

Menurut dia, terpenuhinya target PAD tidak lepas dari libur natal yang berbarengan dengan libur sekolah. Sebab di bulan sebelumnya (November), capaian pendapatan urung sesuai dengan target. Hary pun menyakini, pundi-pundi pendapatan akan bertambah seiring masih adanya libur di akhir tahun ini.

“Terntunya masih akan terus bertambah karena masih ada waktu beberapa hari. Sedang dari sisi kunjungan, saat ini ada 2.858.705 pengunjung,” tuturnya.

Lowongan Pekerjaan
Guest House Syariah Teras Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…