Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos) Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom, Rabu (28/12/2016) pagi WIB. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Desember 2016 09:44 WIB Syifaul Arifin/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Tas Mencurigakan Diduga Bom Gegerkan Warga Boyolali

Hingga saat ini petugas Gegana masih terus melakukan pemeriksaan.

Solopos.com, BOYOLALI – Warga pusat kota Boyolali digegerkan dengan temuan tas yang diduga berisi bom. Tas mencurigakan itu ditemukan di pintu masuk halaman Kelurahan Banaran, Boyolali, Rabu (28/12/2016) pagi. Saat ini, petugas Gegana masih memeriksa isi tas tersebut.

Pantauan Solopos.com, Rabu pagi hingga pukul 09.00 WIB tas mencurigakan itu telah diberi garis pembatas polisi (police line). Warga tampak berkumpul beberapa meter di sekitaran lokasi.

Tas mencurigakan dikelilingi police line. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Tas mencurigakan dikelilingi police line. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Jalan utama Pandanaran, Boyolali, tampak ditutup sedangkan sekitar 09.07 WIB petugas Gegana tampak sudah hadir di lokasi. Polisi meminta toko dan kantor di sekitar kelurahan untuk mematikan WiFi yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya ledakan.

Lurah Banaran, Tulus Raharjo, mengatakan penjaga kantor kecamatan Boyolali, Joko, adalah orang yang kali pertama menemukan tas. Joko menemukan tas mencurigakan itu sekitar pukul 06.00 WIB.

Tulus menceritakan saat itu Joko mendapati sepasang suami istri sedang melihat-lihat kantor kelurahan. Namun, beberapa menit kemudian suami istri tersebut sudah tak ada di lokasi dengan hanya meninggalkan tas. Penemuan tas itu lantas dilaporkan ke pihak polisi.

Warga berkumpul di sekitaran lokasi. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Warga berkumpul di sekitaran lokasi. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Sekitar pukul 09.25 WIB, petugas Gegana memeriksa isi tas tersebut. Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian apa yang ada di dalam tas tersebut. Untuk informasi lebih lanjut pantau Solopos.com di laman Tas Mencurigakan Boyolali.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…