Petugas kebersihan DKP Solo membersihkan sampah bekas kegiatan maleman Sekaten 2016 di halaman Benteng Vastenburg, Rabu (28/12/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Petugas kebersihan DKP Solo membersihkan sampah bekas kegiatan maleman Sekaten 2016 di halaman Benteng Vastenburg, Rabu (28/12/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Desember 2016 15:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Sekaten Solo Rampung, Sampah Menumpuk di Sekitar Benteng Vastenburg

Petugas kebersihan DKP kewalahan bersihkan sampah di sekitar Benteng Vastenburg setelah Sekaten rampung.

Solopos.com, SOLO — Tumpukan sampah sisa penyelenggaraan Sekaten Solo 2016 menumpuk di sekitar Benteng Vastenburg, Rabu (28/12/2016). Banyaknya sampah sampai membuat petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo kewalahan.

Apalagi tidak ada petugas yang dikerahkan oleh Keraton Solo selaku penyelenggara Sekaten untuk membantu membersihkan sampah-sampah tersebut. Sampah-sampah itu ditinggalkan begitu saja di sekitar Benteng Vastenburg.

Salah satu petugas kebersihan DKP Solo, Agus Eko Dwiyanto, 38, kewalahan membersihkan halaman Benteng Vastenburg, Rabu pagi. Volume sampah di halaman benteng setelah pelaksanaan maleman Sekaten jauh lebih banyak ketimbang saat hari-hari biasa.

Dia menyesalkan sikap penyelenggara Sekaten yang kurang bertanggung jawab untuk ambil bagian dalam membersihkan halaman benteng. “Banyak sekali sampah. Kami harus bekerja keras. Volume sampah bisa sampai memenuhi bak TPS mobile. Padahal pada hari biasa sampah di sekitar benteng hanya perlu diangkut sekali dengan menggunakan gerobak motor,” kata Agus saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatannya membersihkan sampah di halaman Benteng Vastenburg, Rabu pagi.

Agus menceritakan volume sampah di halaman Benteng Vastenburg meningkat sejak awal penyelenggaraan maleman Sekaten pada Rabu (7/12/2016) lalu. Menurut dia, tumpukan sampah tidak terlalu tampak saat wahana permainan dan tenda-tenda pedagang masih berdiri di halaman benteng.

Namun, setelah wahana permainan dan tenda pedagang dibongkar, lanjut Agus, sampah baru terlihat berserakan di mana-mana. “Kami juga yang membersihkan halaman benteng sejak awal maleman Sekaten. Saya tidak melihat sama sekali ada petugas kebersihan dari sana [penyelenggara]. Kami jelas kewalahan. Setiap hari kami harus membersihkan sampah yang berserakan di mana-mana. Apalagi Volume sampah tergolong banyak,” terang Agus.

Petugas Pertamanan DKP Solo yang bertugas menata taman di Jl. Jenderal Sudirman, Tukiman, 48, juga mengeluhkan sampah yang dibiarkan menumpuk di halaman Benteng Vastenburg setelah maleman Sekaten 2016. Dia menyesalkan sikap Keraton Solo yang tidak mengerahkan petugas kebersihan untuk membantu membersihkan sampah di halaman benteng sampai tuntas.

“Sampah berserakan di mana-mana. Banyak sampah plastik bungkus makanan dan minuman yang dibuang di taman. Sewajarnya panitia bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan saat dan setelah acara. Panitia bisa mengerahkan petugas atau setidaknya menyiapkan tong sampah di sejumlah lokasi agar para pengunjung tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Tukiman.

Tukiman mengatakan sampah di halaman Benteng Vastenburg membuat warga tidak nyaman. Petugas kebersihan dan pertamanan yang bertugas di sekitar benteng, lanjut dia, tentu tidak bisa tinggal diam membiarkan sampah berserakan.

Tukiman berharap agar penyelenggara acara di mana pun, bukan hanya di benteng Vastenburg, lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Tukiman menceritakan wahana permainan dan pedagang Sekaten mulai beroperasi sejak Rabu (7/12/2016) hingga Minggu (25/12/2016).

Proses pembongkaran wahana permainan dan tenda berlangsung Senin-Selasa (26-27/12/2016). Halaman benteng baru bersih dari perkakas wahana permainan dan tenda pedagang pada Rabu.

lowongan kerja
lowongan kerja untuk posisi kepala produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…