Polisi menanyai wanita yang dicurigai sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus saat razia, Rabu (28/12/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos) Polisi menanyai wanita yang dicurigai sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus saat razia, Rabu (28/12/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Desember 2016 16:40 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

RAZIA SRAGEN
Polisi Datang, Warga Gunung Kemukus Berhamburan

Razia Sragen, warga yang menjalankan usaha di kawasan wisata Gunung Kemukus berhamburan saat didatangi polisi yang menggelar operasi pekat.

Solopos.com, SRAGEN — Aparat Satuan Sabhara Polres Sragen menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Rabu (28/12/2016).

Operasi itu tak membuahkan hasil. Sebagian warga dan pengunjung berhamburan saat tahu ada polisi yang datang. (Baca juga: Satpol PP Beri Peringatan 62 Tempat Karaoke di Gunung Kemukus)

Diduga informasi adanya razia pekat itu bocor sehingga polisi hanya menemukan satu wanita yang dicurigai sebagai pekerja seks komersial (PSK). Info adanya razia itu diduga sudah terdengar warga sekitar.

Berdasar pantauan Solopos.com, sejumlah warga berkumpul di depan pintu masuk Objek Wisata Religi Gunung Kemukus. Begitu melihat ada mobil patroli dari kejauhan, warga berhamburan masuk ke Objek Wisata Gunung Kemukus dengan sepeda motor masing-masing.

Razia pekat itu dipimpin Kasat Sabhara Polres Sragen AKP Agung Ari Purnowo. Polisi mengecek sejumlah tempat penginapan di objek wisata itu. Polisi sempat melihat pasangan wanita dan pria di sebuah penginapan.

Namun, pasangan itu berhasil menyelinap ke perkampungan sehingga lolos dari kejaran polisi. Hampir sebagian besar warung dan tempat karaoke di lokasi itu sudah tertutup rapat begitu rombongan polisi datang.

Polisi hanya menemukan seorang wanita yang dicurigai sebagai PSK. Wanita asal Sukodono itu membantah dirinya PSK. “Saya sengaja indekos di sini karena mendampingi suami yang ikut proyek pembangunan jembatan [Kemukus]. Saya ke sini bukan untuk cari uang,” ujar wanita berinisial GM, 37, saat ditanyai polisi.

Meski sudah membawa satu unit truk, tidak ada satu pun PSK yang diangkut dari kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus. Selama hampir satu jam memeriksa kawasan itu, polisi pulang dengan tangan hampa.

Saat ditemui Solopos.com di lokasi, Kasat Sabhara Polres Sragen, AKP Agung Ari Pranowo, menilai ada tiga faktor penyebab razia pekat itu tidak membuahkan hasil. Pertama, kegiatan itu digelar sepekan setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polsek Sumberlawang menggelar razia.

Agung menduga masih ada kekhawatiran dari para PSK untuk menunjukkan batang hidung mereka setelah ada operasi dari Satpol PP dan polsek setempat. Kedua, menurut penuturan warga sekitar, sebagian besar PSK memilih mudik ke kampung halaman untuk menikmati libur akhir tahun.

“Ketiga, ada kemungkinan info adanya razia itu sudah bocor. Kedatangan kami sudah terpantau oleh warga. Di sini hanya ada satu pintu masuk. Jalan yang dilalui juga hanya ada satu. Itu memudahkan warga untuk memantau kedatangan kami. Selain itu, kawasan ini berbatasan langsung dengan permukiman penduduk sehingga para PSK itu bisa mudah bersembunyi. Ini menjadi bahan evaluasi kami supaya ke depan razia yang digelar bisa membawa hasil,” papar Agung.

LOWONGAN PEKERJAAN
CV. Trisakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…