Salah seorang awak angkutan di Terminal Dhaksinarga sedang menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh Dishubkominfo Gunungkidul, Rabu (28/12/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Salah seorang awak angkutan di Terminal Dhaksinarga sedang menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh Dishubkominfo Gunungkidul, Rabu (28/12/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 28 Desember 2016 19:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Puluhan Sopir dan Awak Angkutan di Terminal Dhaksinarga Jalani Tes Urine dan Kesehatan

Puluhan awak angkutan di Terminal Dhaksinarga, Desa Selang, Wonosari menjalani tes kesehatan, Rabu (28/12/2016)

Harianjogjacom, GUNUNGKIDUL – Puluhan awak angkutan di Terminal Dhaksinarga, Desa Selang, Wonosari menjalani tes kesehatan, Rabu (28/12/2016). Cek kesehatan yang diprakarsai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul ini bertujuan unntuk memastikan kondisi kesehatan awak angkutan tetap vit saat bekerja.

Kepala Bidang Transportasi Dishubkominfo Gunungkidul Kuncoro Budi Santoso mengatakan, cek kesehatan terhadap awak angkutan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan. Biasanya cek tersebut dilakukan seperti saat lebaran atau libur natal dan tahun baru seperti kondisi sekarang.

Dia menjelakan, cek kesehatan yang dilakukan kepada awak angkutan ini tidak hanya sebatas pada kondisi fisik semata. Sebab tes juga dilakukan dengan mengambil sampel urine. Hal itu dilakukan untuk memastikan para kru terbebas dari narkoba atau pun minuman keras.

“Ada 60 orang yang dites hari ini [kemarin]. Cek ini sangat penting karena untuk memberikan kepastian dan rasa nyaman kepada penumpang,” kata Kuncoro disela-sela cek kesehatan di Terminal Dhaksinarga, Rabu.

Dia mengatakan, banyak penyakit yang berpotensi diidap oleh awak angkutan, mulai dari asam urat, hipertensi. Di pemeriksaan awal ini, kata Kuncoro, banyak kru yang menderita gejala darah tinggi. Rencananya hasil tes ini akan diserahkan ke masing-masing perusahaan otobus. Harapannya bisa ditindaklanjuti, salah satunya sebagai pertimbangan untuk tidak memberangkatkan awak angkutan yang kondisinya kurang sehat.

Menurut Kuncoro, kebijakan tersebut sangat penting. Pasalnya aktivitas di sektor angkutan ini masuk dalam pekerjaan yang rawan, terlebih lagi dalam prosesnya melibatkan orang banyak. “Jangan sampai kru yang berangkat tidak sehat [khususnya sopir] karena ini sangat berbahaya bagi para awak sendiri dan juga penumpang,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…