Pengamen yang menggunakan alat musik tradisional Jawa Barat, calung, di Pasar Bandarjo, Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (27/12/2016) pagi. (Facebook.com-Tatux Ali Sadikin) Pengamen yang menggunakan alat musik tradisional Jawa Barat, calung, di Pasar Bandarjo, Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (27/12/2016) pagi. (Facebook.com-Tatux Ali Sadikin)
Rabu, 28 Desember 2016 11:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Pengamen Calung di Ungaran Tuai Pujian Netizen

Pengamen di Ungaran dipuji publik pengguna internet (netizen) karena menggunakan alat musik tradisional Jawa Barat, yakni Calung.

Semarangpos.com. UNGARAN – Empat pengamen Pasar Bandarjo, Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (27/12/2016) pagi, mendapat pujian publik pengguna Internet (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Ungaran. Keempat pengamen yang tergabung dalam satu grup itu menggunakan alat musik tradisional Jawa Barat, yakni calung.

Pujian itu dilontarkan netizen member grup Facebook Ungaran seteleh salah seorang member yang menggunakan akun Tatux Ali Sadikin mengunggah video para pengamen yang sedang memainkan sebuah lagu di Pasar Bandarjo itu. Dalam rekaman video yang diunggah di https://www.facebook.com/groups/UNGARAN/?ref=bookmarks itu, terlihat seorang memainkan calung, satu orang lain membawa ember untuk menaruh uang, satu lainnya memainkan sebuah drum, dan satu lagi memainkan bas.

Tak lama setelah diunggah, rekaman itu pun lantas dibanjiri pujian para member grup Ungaran. Mereka menganggap para pengamen dalam video itu sudah seperti musisi profesional.

Tak cukup dengan itu, netizen member grup Ungaran juga menyebut para pengamen tersebut sebagai musisi yang cinta budaya Indonesia karena menggunakan salah satu alat musik tradisional Indonesia. “Meskipun ngamen tapi tidak meninggalkan kebudayaan Indonesia,” tulis pengguna akun Erik Murgianik dalam kolom komentar.

Netizen member grup Ungaran juga mengungkapkan rasa ikhlas mereka jika harus memberi uang lebih kepada para pengamen itu. Netizen lantas menanyakan tempat yang biasa didatangi para pengamen yang memainkan calung itu. Namun sayang, berdasarkan keterangan yang dipaparkan pengguna akun Tatux Ali Sadikin, para pengamen itu tak selalu mendatangi tempat yang sama setiap hari. Bahkan di Pasar Bandarjo, para pengamen yang memakai calung itu juga tak datang setiap hari. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja SD IST AL ALBANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…