Rembesan air dari kios pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro masih tampak di beberapa tempat, Selasa (27/12/2016). Beberapa berasal dari air bekas cucian piring. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Rembesan air dari kios pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro masih tampak di beberapa tempat, Selasa (27/12/2016). Beberapa berasal dari air bekas cucian piring. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 28 Desember 2016 10:20 WIB Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN MALIOBORO
PKL Sebut Tak Semua Pedagang Buang Limbah Sembarangan

Penataan Malioboro, PKL yang membandel akan ditindak

Solopos.com, JOGJA — Perilaku pedagang kaki lima (PKL) membuang limbah air cucian piring yang mengotori kawasan pedestrian Malioboro menarik perhatian sejumlah pihak. Pemerintah Kota Jogja akan melakukan penindakan tegas terhadap PKL yang melakukan pembuangan limbah tersebut secara sembarangan, sehingga mengotori destinasi wisata utama DIY itu.

Baca Juga : PENATAAN MALIOBORO : Sultan : PKL Tak Digusur, Tapi ..

Demisioner Asosiasi Pedagang Kaki Lima  (APKLI) Jogja, Rudiarto mengatakan adanya keluhan terhadap PKL Malioboro yang melakukan pembuangan limbah sembarangan masih akan dilakukan pengecekan. Dia mengharap kejadian itu jangan sampai dianggap bahwa semua PKL Malioboro melakukan tindakan serupa.

“Kami akan cek dulu, tidak bisa kejadian ini digeneralisasi karena tidak semua PKL demikian. Kalau benar ada oknum PKL yang melanggar kebersihan, maka akan dilakukan pembinaan,” ujar Rudiarto, Selasa (27/12/2016)

Terkait revitalisasi Malioboro, Rudianto mengungkapkan mesti ada beberapa hal yang perlu ditambahkan. Salah satunya persoalan penataan sanitasi di kawasan pelancong itu. Meski sudah tersedia penampungan air limbah, aturan tersebut perlu diperjelas lagi.

“Soal penataan PKL, memang sudah disampaikan oleh Ngarso Dalem, bahkan beliau juga meminta beberapa usulan dari kami,” jelas Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro itu.

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…