Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone) Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone)
Rabu, 28 Desember 2016 17:56 WIB Adib Muttaqin Asfar/Newswire/JIBI Peristiwa Share :

PEMBUNUHAN PULOMAS
Ramlan Butarbutar Tewas, Polisi: Itu Pemain Lama!

Raman Butarbutar, “kapten” komplotan pelaku pembunuhan di Pulomas, disebut polisi sebagai pemain lama.

Solopos.com, JAKARTA — Penyekapan dan pembunuhan di Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, diyakini bermotif perampokan. Polisi menyebutkan bahwa Ramlan Butarbutar alias (RB), kapten komplotan pelaku pembunuhan, merupakan orang lama dalam kasus kejahatan dan dicari polisi.

Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang (sebelumnya tertulis Erik Susanto) ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jati Asih, Bekasi. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M Iriawan, rumah tersebut adalah kediaman kerabat Ramlan Butarbutar.

“Kita tegas karena melawan. Yang satu kita amankan (tangkap) kami akan konfirmasi ke anggota untuk memastikan perlawanan itu. Karena kebetulan mereka melawan, kita tahu mereka bersenjata,” kata Iriawan dalam wawancara via sambungan telepon yang disiarkan live di TV One.

Kepastian bahwa kelompok Ramlan membawa senjata api diperoleh polisi dari rekaman CCTV di rumah korban Dodi Triono. Dari CCTV, kata Iriawan, ketiga pelaku terlihat membawa senjata api dan ada satu orang yang membawa parang atau golok.

“Yang tersangka lain belum tertangkap. Tapi dalam CCTV yang bersangkutan [Ramlan] termasuk yang aktif sekali. Ini memang pemain lama,” kata Iriawan.

Tentang Ramlan, Iriawan mengatakan bahwa nama tersebut sudah ada dalam memori kepolisian sehingga dikenal sebagai pemain lama. Dalam CCTV polisi bisa mengidentifikasi orang-orang dalam komplotan tersebut.

“Semua kita dapat lihat dengan gamblang [di CCTV], apa yang dilakukan di dalam, bagaimana cara masuk ke rumah, menyeret salah satu korban yaitu anak Pak Dodi, kita tahu gamblang. Sehingga kita tahu pelakunya adalah yang bersangkutan.”

Pelaku dikenal sebagai perampok spesialis perhiasan. Pada 2010 lalu, nama Ramlan pernah muncul di antara kelompok yang ditangkap Polda Jawa Tengah dalam kasus perampokan lintas provinsi. Mereka yang ditangkap adalah Ramlan Butarbutar, Ridwan Pane (warga Kampung Banjaran Pucung, Depok), Agus Salim (warga Bojong Menteng, Bekasi Timur), Krisman (warga Alinda Kencana, Bekasi Utara), dan Robert Seragi (warga Seruni, Surakarta).

Saat itu, data dari pemberitaan Liputan6 menyebutkan Ramlan beralamat di Jl. Swasembada Barat, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kawanan perampok ini biasanya beraksi di perumahan mewah dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api. Mereka diketahui beraksi di Kota Tegal, Solo, dan beberapa kota di Jawa Barat.

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…