Rabu, 28 Desember 2016 16:31 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PEMBANGUNAN SLEMAN
11 Instansi Tempati Gedung Baru, Layanan Harus Prima

Pembangunan Sleman berupa gedung baru sebanyak 11 unit selesai dilakukan

Solopos.com, SLEMAN– Sebanyak 11 gedung baru di wilayah Sleman diresmikan tahun ini. Total nilai proyek yang diresmikan tersebut sebesar Rp61,8 miliar. Dengan beroperasinya gedung-gedung baru tersebut layanan kepada masyarakat diharapkan lebih baik lagi.

Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan Sekretariat Daerah Sleman Sungkana menyampaikan, sebelas gedung tersebut terdiri dari prasarana perekonomian, pendidikan hingga layanan pubik.

Dia menyebut, pembangunan prasarana pendidikan pada ruang perpustakaan SMKN I Cangkringan dibangun senilai Rp318 juta, prasarana kesehatan Puskemas Godean I (Rp3,5 miliar), Puskesmas Kalasan (Rp1,9 miliar), Puskesmas Berbah (Rp1,9 miliar), Puskesmas Seyegan (Rp3,6 miliar, Puskesmas Tempel I (Rp4,2 miliar), dan Puskemas Gamping II (Rp2,4 miliar).

Adapun proyek Pasar Sleman Unit II menghabiskan total dana Rp32,8 miliar di mana pembangunannya dilaksanakan dalam tiga tahap sejak 2014 hingga 2016. Selain itu, prasarana pelayanan pemerintahan gedung kantor Kecamatan Kalasan (Rp3,8 miliar), Kecamatan Mlati (Rp3,6 miliar), dan Gedung Markas Pemadam Kebakaran (Rp3,3 miliar). Peresmian gedung-gedung tersebut merupakan hasil pembangunan fisik yang selesai pada semester kedua tahun ini.

Pembangunan gedung-gedung tersebut dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2016 dengan nilai total Rp61,8 miliar. Dari anggaran belanja langsung sebesar Rp1,07 triliun pada 2016, katanya, sekitar Rp911 miliar atau 84,79% dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa serta belanja modal.

“Penyerapan APBD 2016 sampai Triwulan IV hingga 22 Desember ini tercatat sebesar 90,21 persen,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/12/2016).

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan proyek pembangunan di wilayah Sleman. Termasuk pembangunan yang erat kaitannya dengan layanan publik. Dia menyebut, sampai 2016 ini sebanyak 10 kecamatan dari 17 kecamatan di Sleman merupakan gedung baru.

“Pembangunan ini merupakan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Dengan gedung yang representatif, diharapkan pelayanan pada masyarakat akan semakin cepat, nyaman, dan mudah,” harapnya.

Dia menambahkan, pertumbuhan permukiman dan sektor jasa di wilayah Sleman bergerak relatif cepat. Hal itu memiliki konsekuensi logis di mana pemerintah daerah harus mampu mengimbangi dengan pembangunan dan memberikan pelayanan prima. Pemkab, katanya, akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, pelayanan administrasi, maupun pelayanan jika terjadi kebencanaan.

“Seluruh gedung yang kami resmikan ini kondisinya sudah selesai 100 persen. Kalaupun ada kekurangan tinggal menambah fasilitas yang diperlukan,” katanya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…