Warga pencinta kelestarian lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) , Selasa (27/12/2016), berunjuk rasa di Semarang demi mengawal putusan MA yang membatalkan izin pabrik semen di eks Keresidenan Pati. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Warga pencinta kelestarian lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) , Selasa (27/12/2016), berunjuk rasa di Semarang demi mengawal putusan MA yang membatalkan izin pabrik semen di eks Keresidenan Pati. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Rabu, 28 Desember 2016 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo Semarang Share :

FOTO PABRIK SEMEN PATI
Teguhnya Sikap Pelestari Lingkungan...

Pabrik semen di eks Keresidenan Pati tetap ditolak.

Warga Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) tak patah semangat mengawal putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan SK Gubernur Jateng Tahun 2012 tentang izin lingkungan penambangan oleh pabrik semen di di eks Keresidenan Pati. Mereka berteguh hati berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (27/12/2016).

Melalui aksi itu, warga yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup itu mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA). Kendati MA telah mencabut izin lingkungan pembangunan pabrik semen di Pati, Pemprov Jateng mengaktifkan izin pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang demi mengekplorasi Pegunungan Kendeng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…