Kabel telekomunikasi melintang rendah dan hanya disangga bambu di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Senin (26/12/2016). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Kabel telekomunikasi melintang rendah dan hanya disangga bambu di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Senin (26/12/2016). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Desember 2016 21:40 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

LALU LINTAS SOLO
Kabel Melintang Rendah di Purwosari Tak Jelas Pemiliknya

Lalu lintas Solo, kabel yang melintang rendah dan hanya disangga bambu tak jelas kepemilikannya.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pihak membantah mengelola kabel telekomunikasi yang melintang rendah dan membahayakan pengguna jalan di kawasan padat kendaraan di persimpangan Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Transito, Purwosari.

Keberadaan rangkaian kabel yang disangga bambu itu hingga Rabu (28/12/2016) atau lebih dari 10 hari terakhir belum dibenahi. Manajer PLN Area Kota, Irvan Hardiansyah, memastikan kabel telekomunikasi yang menggantung di depan pertokoan Robinson Saripetojo Purwosari itu bukan milik PT Icon (anak perusahaan PT PLN).

“Kami sudah meneruskan laporan ke PT Icon, setelah dicek ternyata itu bukan aset mereka. Kabel telekomunikasi dari PT Icon biasanya menumpang ke tiang milik PLN. Sementara tiang miring di depan Robinson yang dikeluhkan warga itu bukan milik PLN,” terangnya kepada Solopos.com, Selasa (27/12/2016) sore.

Irvan mengaku tidak memiliki kewenangan memperbaiki kabel yang mengganggu pengguna jalan itu. Dia menyebut keberadaan kabel yang melintang rendah tersebut memiliki arus listrik yang kecil. “Kami tidak berani melangkah lebih jauh karena itu bukan kabel milik kami. Sepertinya itu milik PT Telkom,” jelasnya.

Secara terpisah, Manager Costumer Sevice PT Telkom Witel Solo, Raharjo, menyatakan kabel telekomunikasi yang melintang rendah di simpang tiga Purwosari bukan bagian aset Telkom. “Kami tidak punya kabel di sana,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (28/12/2016).

Raharjo mengatakan telah menerima laporan keluhan warga terkait keberadaan kabel yang disangga bambu dan membahayakan pengguna jalan. “Kami sudah dapat laporannya juga dari Dishubkominfo Solo. Sudah kami konfirmasi juga, itu bukan aset Telkom. Kami juga tidak punya kewenangan memperbaikinya,” ujar dia.

Ditemui sebelumnya, Kepala Seksi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Ari Wibowo, telah melaporkan keluhan warga kepada sejumlah pihak yang ditengarai mengelola kabel telekomunikasi itu. “Kabelnya memang membahayakan pengguna jalan. Apalagi di sana kawasan padat kendaraan dan sering dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan dan bus,” jelas dia.

Sementara menanti pihak pengelola bertanggung jawab membenahi kabel yang melintang rendah itu, Ari mengatakan akan memasang water barrier untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

lowongan kerja
lowongan kerja Penerbit Ziyad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
PPDB di Tengah Anomali Sosial

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (16/6/2017). Esai ini karya Sohidin, dosen di Universitas Sebelas Maret yang meminati isu-isu pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Alamat e-mail penulis adalah sohiddien@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK…